KABAR MADURA | Sensus ekonomi 2026 dipastikan bakal menyerap ratusan sumber daya manusia (SDM) sebagai petugas. Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan saat ini baru memetakan jenis usaha yang ada, sehingga kebutuhan riil jumlah petugas masih menunggu hasil identifikasi lapangan.
Kepala BPS Pamekasan Parsad Barkah Pamungkas menyebut, tahap awal tahun ini difokuskan pada pendataan usaha. Oleh karenanya, untuk kebutuhan petugas sensus belum bisa dikalkulasi.
“Untuk jumlah SDM yang jadi petugas sensus kami belum bisa menghitung. Tahun ini kami baru mengidentifikasi jumlah usaha, sehingga nanti akan ketahuan berapa jumlah petugas yang dibutuhkan. Itu yang dibutuhkan jumlahnya ratusan,” paparnya.
Menurut Parsad, sensus ekonomi mencakup semua aktivitas usaha di suatu wilayah. Jenis usaha yang masuk dalam pendataan sangat beragam, mulai dari pertambangan, penggalian, konstruksi, industri olahan, hingga usaha kecil lainnya.
Pasalnya, data tersebut penting untuk menjadi pijakan perumusan kebijakan pembangunan ekonomi, baik daerah maupun secara nasional.
“Kami berbicara sensus ekonomi, berarti seluruh usaha ekonomi yang berada di suatu wilayah,” tegasnya.
Diakuinya, pada sensus ekonomi 2016 lalu, BPS Pamekasan mencatat sekitar 130 ribu unit usaha. Jumlah itu diyakini akan meningkat pada sensus tahun 2026 seiring pertumbuhan UMKM dan sektor informal yang semakin masif. Adapun dari sisi teknis, pendataan akan menggunakan berbagai metode.
“Model pendataannya tentu berbagai metode, ada yang door to door secara langsung ke rumah warga atau tempat usaha, ada juga yang berbasis email,” pungkasnya. (rul/ong)





