KABAR MADURA | Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan masih belum mengetahui jumlah serapan pembelian pabrikan garam pada tahun ini. Sebab, Pemkab Pamekasan belum melakukan monitoring secara berkala. Namun, dari sisi harga dipastikan lebih rendah dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Siti Saleha menyampaikan, pada musim panen garam 2024 terdapat beberapa pabrikan yang sudah melakukan pembelian garam rakyat, di antaranya PT. Garam, PT. Budiono, PT. Garindo dan PT. Unicame. Pembelian garam rakyat ini sudah dimulai sejak Juni lalu. Akan tetapi, jumlah serapannya masih belum diketahui.
“Serapannya masih kecil. Informasi dari petani, ada mundurnya panen untuk tahun ini, sehingga serapannya masih kecil,” ujarnya, Selasa (6/8/2024).
Saleha menjelaskan, harga garam tahun berkisar Rp650 ribu hingga Rp700 ribu per ton. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada di kisaran Rp900 ribu sampai Rp1,2 juta per ton.
“Harga garam tahun ini lebih rendah daripada tahun 2023,” imbuhnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Luthfie Asy’ari mengutarakan, luas lahan garam rakyat di Pamekasan 961,6 hektare, dengan jumlah produksi sampai Juni kemarin sebanyak 2.266 ton.
“Kami turun ke lapangan secara berkala. Kewenangannya (penentuan harga) bukan di kami, kami fokusnya pada budidaya,” tegasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





