KABAR MADURA | Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bangkalan masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Minimnya serapan tenaga kerja disebut sebagai salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Hal itu tidak lepas dari terbatasnya peluang dan lapangan pekerjaan yang tersedia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menjelaskan, keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi persoalan mendasar. Menurutnya, jumlah industri manufaktur di Bangkalan masih tergolong sedikit sehingga berdampak langsung pada rendahnya daya serap tenaga kerja.
“Misal ada industri, tentu perusahaan mampu menyerap pekerja, hanya saja hari ini di Bangkalan masih terbatas,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Di tengah keterbatasan itu, Jemmi menyebut, saat ini terdapat enam usaha galangan kapal yang beroperasi di Kecamatan Kamal serta industri rokok di Kecamatan Blega yang ikut menopang serapan tenaga kerja.
“Saat ini adanya industri galangan kapal dan Rokok di Blega,” ungkapnya.
Jemmi menjelaskan, pada 2025 terjadi peningkatan jumlah serapan tenaga kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2024 hanya sekitar 750 orang yang terserap, pada 2025 jumlahnya naik menjadi 1.000 orang. Namun, angka itu dinilai masih jauh dari kondisi ideal.
Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya terus membangun komunikasi dengan kalangan pengusaha. Langkah itu dilakukan agar Disperinaker dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan perusahaan sekaligus menarik minat investor masuk ke Bangkalan.
“Komunikasi terus kami bangun, bukan mereka yang kami undang untuk ke sini, tapi kami berusaha mendatangi dan kemudian nantinya bisa kerjasama,” tegas Jemmi.
Dia menambahkan, berbagai pelatihan keterampilan kerja juga rutin digelar guna meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja. Selain itu, Disperinaker berupaya menjembatani para lulusan sekolah agar memiliki peluang kerja, meskipun tidak selalu harus bekerja di wilayah Bangkalan sendiri. (km95/zul)





