Setahun Fauzi-Kiai Imam Pimpin Sumenep, Indikator Strategis Alami Peningkatan

Pemerintahan123 views

KABAR MADURA | Genap setahun kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama wakilnya KH Imam Hasyim, berbagai capaian pembangunan berhasil ditorehkan. Sejumlah indikator strategis mengalami peningkatan signifikan, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga penguatan layanan publik.

Dalam kurun waktu setahun itu, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep disebut turun sebesar 0,76 persen, tertinggi di Jawa Timur. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 tercatat sebesar 1,64 persen, yang diklaim terbaik ketiga di Jawa Timur.

Dari sisi kualitas hidup masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumenep meningkat menjadi 70,54 persen dengan kategori tinggi. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Pada sektor sosial, Pemkab Sumenep membangun 286 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu dan terdampak bencana. Selain itu, tunjangan guru ngaji plus disalurkan sebesar Rp1,47 miliar kepada 1.225 guru ngaji, lengkap dengan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian, terutama jalan dan jembatan sebagai jalur strategis penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Di bidang pendidikan, pemerintah daerah memperluas akses pendidikan tinggi melalui beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta merehabilitasi 45 sekolah di wilayah daratan dan kepulauan.

Dalam sektor kesehatan, layanan gratis dari Puskesmas hingga RSUD cukup dengan KTP melalui program Universal Health Coverage (UHC) terus diperkuat. Bahkan, RSUD dr. H. Moh. Anwar ditingkatkan statusnya menjadi tipe B.

Pelayanan publik turut mengalami peningkatan melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi 221 layanan serta penguatan Call Center 112 sebagai layanan kedaruratan.

Tak hanya itu, Sumenep juga meraih 16 penghargaan bergengsi di tingkat regional dan nasional. Sementara di bidang ketenagakerjaan, perlindungan jaminan ketenagakerjaan diberikan kepada 5.712 pekerja rentan dan petani tembakau.

Di sisi lain, Bupati Fauzi juga menyampaikan, capaian satu tahun ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Satu tahun ini bukan hanya tentang angka dan capaian, tetapi tentang kerja nyata untuk masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan pembangunan yang adil, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan,” paparnya.

Baca Juga:  Fakultas Hukum UNIBA Madura Perkuat Sinergi dengan APH untuk Dukung Penegakan Hukum

Ia menambahkan, berbagai program tersebut akan terus diperkuat pada tahun-tahun berikutnya agar pembangunan semakin berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan memiliki orientasi pelayanan. Pemerintah harus hadir, memberi solusi, dan membangun harapan bagi masyarakat,” tandasnya.

Mengenai kepemimpinannya yang sudah masuk satu tahun bersama KH Imam Hasyim, ia mengatakan bahwa satu tahun merupakan fondasi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Seahun ini adalah tahapan awal untuk memperkuat pondasi pembangunan. Kami ingin memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang partisipasi publik dalam proses pembangunan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting agar arah pembangunan tetap sesuai dengan kebutuhan rakyat,” pungkasnya. (ong/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *