KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penderita hipertensi di Pamekasan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di tahun 2022 kemarin penderita hipertensi tembus 172.804 warga. Kemudian tahun ini, tembus 174.381 penderita hipertensi. Selama setahun, peningkatan penderita hipertensi meningkat 1.578 warga. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Sjaifuddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Pamekasan Hidayat, Senin (6/11/2023).
Menurutnya, peningkatan penderita hipertensi dikarenakan faktor genetik yang muncul dari setiap penderita serta pola makan yang tidak sehat. Sehingga salah satu upaya untuk menekan peningkatan penderita hipertensi melalui efektifitas Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Dengan program ini nantinya akan ada monitoring dan deteksi dini tentang faktor resiko PTM terintegrasi dari semua fasilitas kesehatan (faskes).
“Posbindu PTM merupakan posyandu di setiap desa dan rutin dilaksanakan tiap bulan di semua desa dan dusun,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, secara umum penyakit tersebut bisa memicu terjadinya kematian. Sebab penyakit itu cukup rentan berdampak terhadap jantung yang mengakibatkan stroke dan penyakit penyerta yang bisa menyebabkan terjadinya komplikasi. Sesuai data, penderita penyakit hipertensi mulai usia 15 tahun hingga 59 tahun. “Jadi dari 13 kecamatan, penderita tertinggi di Kecamatan Batumarmar,” tuturnya.
Semenatara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menegaskan, meningkatnya kasus hipertensi di daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam perlu menjadi atensi. Sebab penyakit tersebut berpotensi tinggi menghilangkan nyawa seseorang. Sehingga perlu adanya program khusus untuk pencegahan dan pengobatan terhadap penderita hipertensi.
“Dinkes harus bisa menggerakan mesin kesehatannya, termasuk puskesmas dan pustu di desa dan kelurahan agar mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahayanya penyakit hipertensi dan langkah apa saja yang perlu dilakukan, agar bisa terhindar dari penyakit tersebut. Bila perlu ayo usulkan program bantuan makanan bagi warga kurang mampu, jika memang salah satu faktornya dari pola makan tidak sehat ,” responnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





