KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan berencana menaikkan penarikan retribusi penggunaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan (SGMRP). Kenaikan ini akan diberlakukan setelah renovasi stadion tersebut selesai.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olahraga Disporapar Pamekasan Apriyanto, rencana itu selaras dengan terpenuhinya sarana dan prasarana (sarpras) stadion yang lebih representatif setelah renovasi. Sehingga dibutuhkan penarikan retribusi yang lebih besar, mengingat pemeliharaan sarpras cukup mahal. Saat ini, rencana itu masih dalam tahap pembahasan.
“Kalau sudah direnov, retribusinya kami naikkan sekitar 10 persen. Karena sarprasnya tentu sudah lebih bagus dari yang sekarang, ” ungkapnya kepada Kabar Madura, Minggu (22/10/2023).
Dia menjelaskan, penarikan retribusi penggunaan stadion beragam. Apabila digunakan pagi atau siang hari, retribusinya Rp1 juta. Namun, apabila digunakan untuk malam hari penarikannya lebih besar, yakni Rp3 juta. Lebih besar karena penggunaan di malam hari membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, seperti penggunaan genset lampu, yang sekali main bisa menghabiskan 300 liter bahan bakar minyak (BBM).
Meski tidak memaparkan secara detail, Apriyanto mengungkapkan, pemeliharaan fasilitas di stadion membutuhkan cukup banyak biaya, seperti perawatan di genset yang harus dipanaskan minimal 20 menit, sekali memanaskan bisa menghabiskan 80 liter BBM. Sementara untuk capaian retribusi SGMRP itu saat sudah mencapai 90 persen dari target. Kata Apriyanto, pihaknya optimistis retribusi tahun ini melampaui target.
“Untuk capaian retribusinya, kami sudah hampir capai target, yakni sekitar 240-an dari target 250 juta. Tahun ini pasti melampaui target karena masih akan ada pertandingan lagi,” jelasnya.
Diketahui, SGMRP itu mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp70 miliar dari pemerintah pusat untuk direnovasi. Saat ini, masih proses lelang pengerjaan.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





