KABARMADURA.ID | SUMENEP- Tidak kreatif serta kekurangan alat pengolahan sampah cukup berdampak terhadap lingkungan. Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep, rata-rata setiap hari sebanyak 30 ton.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Catur Wendra Setiady mengatakan, untuk mengatasi sampah menumpuk, sudah direncanakan pengadaan mesin pengolahan sampah pada tahun 2024 mendatang.
“Kami sudah merencanakan sebanyak Rp30 miliar untuk antisipasi menumpuknya sampah sebanyak 30 ton setiap hari,” katanya, Minggu (26/11/2023).
Hal itu akan diajukan karena jumlah sampah berpotensi meningkat dan terus menggunung akibat tidak adanya fasilitas pengolahan sampah sejak adanya TPA ini berdiri. Ini nanti masuk pengusulan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2024.
“Jika ada mesin itu, nantinya dapat meminimalisir banyaknya tumpukan sampah,” bebernya.
Menurutnya, jika terwujud, akan diolah dan dipilah antara sampah organik maupun sampah plastik. Menurutnya, permasalahan sampah di Sumenep akan mulai dapat terpecahkan dengan adanya mesin pengolahan sampah tersebut.
“Diharapkan alat itu dapat dikabulkan pada APBD 2024,” tegasnya.
Menumpuknya sampah di TPA seluas 8,4 hektar masih cukup untuk penampungan sampah, namun jika dibiarkan terus menerus, diperkirakan tidak muat.
“Mesin itu sejenis mesin sampah refuse-derived fuel (RDF),” paparnya.
Dia menambahkan, anggaran Rp30 miliar itu nantinya lengkap, dari pengadaan mesin serta tempat dan fasilitas pengolahan sampah lainnya. Bisa saja, kata Catur, anggaran pada tahun 2024 dapat diterima karena kebutuhan itu sangat mendesak.
Sementara itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Dulsiam mengaku sangat sepakat atas usulan itu, karena bermanfaat bagi pencemaran lingkungan. Namun demikian, usulan anggaran itu dapat transparan, artinya usulan dengan pengadaan barang itu sesuai.
“Tentu itu menjadi bahan pembahasan nanti oleh badan anggaran (banggar) dan tim anggaran (timgar),” ucap politisi PKB itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





