KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan, memastikan tahun ini tidak melakukan pengadaan bantuan alat keselamatan bagi nelayan. Hal itu disebabkan, tidak ada satu pun nelayan di Bumi Pamelingan yang mengajukan permohonan bantuan alat keselamatan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Mohammad Djufri Efendi mengatakan, sepanjang tahun 2024 bantuan alat keselamatan bagi nelayan dipastikan tidak ada.
Hal itu dikarenakan, pada proses pengusulan para nelayan tidak mencantumkan alat keselamatan apa yang dibutuhkan saat melaut.
Dia mengaku, pengadaan yang dilakukan oleh Diskan Pamekasan berdasarkan pada pengajuan atau pengusulan yang dilakukan oleh nelayan, baik melalui kelompok nelayan maupun penyuluh.
Berdasarkan pengajuan yang tercatat di sistem pemerintahan, para nelayan tidak ada yang mengajukan alat keselamatan, sehingga bantuan tersebut ditiadakan oleh pemerintah.
Kendati demikian, pihaknya mengklaim bahwa para nelayan lebih mengutamakan untuk mengusulkan alat tangkap serta alat kebutuhan lainnya, dibandingkan dengan alat keselamatan saat melaut.
“Kami melakukan pengadaan mengacu pada usulan kebutuhan nelayan, baik melalui kelompok maupun penyuluh,” ungkapnya, Senin (25/03/2024)
Pihaknya melanjutkan, sedikitnya ada 1.154 nelayan yang masuk dalam data Diskan. Berdasarkan jumlah itu, tidak satu pun usulan alat keselamatan yang diajukan nelayan.
Kendatipun demikian, jika nantinya ada nelayan mengusulkan kebutuhan alat keselamatan, pihaknya akan mempertimbangkan sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Jika nanti ada yang mengusulkan, maka kami akan mempertimbangkannya sebab biasanya pengusulan itu dilakukan secara online dan dilakukan di akhir tahun 2023 lalu,” jelasnya.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Kecamatan Galis Pamekasan Alif Yuli Arfika, mengatakan bahwa pengusulan alat keselamatan sempat diajukan beberapa tahun sebelumnya dan telah disalurkan.
Kemungkinan tidak adanya pengusulan ulang atas bantuan alat keselamatan itu, dikarenakan barang yang telah diterima sebelumnya masih bagus dan dapat digunakan.
“Nelayan lebih mengutamakan usulannya ke alat tangkap, mungkin karena mereka sudah punya alat keselamatan itu,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Miftahul Arifin





