KABAR MADURA | Target pendapatan asli daerah (PAD) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan tahun ini dinaikkan. Awalnya, Rp62.723.800 menjadi Rp160 juta.
Plt. Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, untuk mendukung target PAD tersebut juga diperlukan kenaikan penarikan retribusi. Dikatakan, sumber PAD di dinasnya itu berasal dari sewa lahan dan rumah potong hewan (RPH).
“PAD per November 2023 saja sudah capai Rp76.907.700 dari target Rp62.723.800. Sewa lahan targetnya Rp27.101.800. Kalau RPH Rp35.622.000,” terangnya kepada Kabar Madura, Senin (22/1/2024).
Dia menuturkan, terdapat sedikitnya ada 8 hektare luas lahan disewakan yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Retribusinya, hanya Rp500 per meter pada tahun 2023. Sementara pada tahun ini, dinaikkan menjadi Rp1.000 per meter. Naiknya retribusi ini diharapkan bisa mendukung perolehan PAD 2024.
Lahan yang disewakan berada di daerah Sumedangan 2 hektar, Pegantenan 1,4 hektare, Kangenan 0,1 hektar, Polagan 2,1 hektar, Lebek 0,9 hektar, Galis 0,3 hektar, Lenteng 0,2 hektar, dan Toket 1 hektar.
Dia menjelaskan, apabila dibandingkan dengan RPH, sewa lahan itu sebenarnya susah mencapai target. Hal itu dikarenakan sistem pembayarannya selama ini kurang optimal. Sehingga, akan diberlakukan penarikan retribusi di awal tahun. Pihaknya optimistis tahun ini target yang telah ditentukan itu akan tercapai hingga tutup tahun 2024.
“Biasanya penyewanya itu tetap yang seperti biasa. Target dinaikkan, retribusi juga akan dinaikkan.,” ungkap Nolo.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





