Suasana Bulan Ramadan selalu beda. Selain penuh berkah, di Ramadan juga ada tradisi yang tidak ditemui pada bulan lainnya, yakni tradisi membangunkan sahur dengan musik patrol. Tradisi ini bukan hanya ada di daerah perkotaan, kini sudah menjalar ke pedesaan. Tradisi yang biasanya diprakarsai oleh anak muda ini selalu dinanti kehadirannya oleh warga.
MOH.RAZIN, SUMENEP
Musik patrol menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bulan Ramadan, terutama di Madura, khususnya Sumenep. Setiap malam, bunyi musik patrol menggema membangunkan warga untuk melaksanakan sahur, sekaligus menghibur warga yang menanti waktu sahur.
Jalanan yang biasanya sepi pada dini hari, menjadi tidak berlaku pada bulan Ramadan. Sejumlah pemuda berjalan beriringan menabuh alat musik tradisional atau seadanya. Suara dari musik patrol ini membuat orang keluar rumah. Bukan karena terganggu, tapi untuk menonton, menikmati, bahkan ikut berjoget kecil.
Salah seorang warga Desa/Kecamatan Kalianget, Salma, mengatakan, tradisi ini hanya bisa ditemui di bulan Ramadan. Menurutnya, kalau ada patrol, suasana sahur jadi semangat. Musik patrol ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga.
Uniknya lagi, di tengah gempuran digitalisasi, tradisi ini tetap bertahan, bahkan makin semarak. Di beberapa desa, warga sengaja berkumpul di pinggir jalan hanya untuk menanti rombongan patrol.
“Misalnya anak-anak berlarian, orang dewasa berbincang, itu terlihat di area musik patrol ini,” ucap Salma, Minggu (23/3/2025).
Para personel musik patrol sebagian besar adalah anak muda. Mereka memilih begadang untuk berkreasi dengan alat musik sederhana untuk membangunkan warga untuk sahur. Selain itu, tidak jarang juga ada yang mengenakan kostum unik, menari sambil memukul alat musik, bahkan melakukan aksi teatrikal yang mengundang tawa.
“Daripada main HP sampai pagi, mending ikut patrol. Bisa kumpul, seru-seruan, ini cara sederhana bikin orang senang,” imbuhnya.
Secara alamiah, adanya musik patrol ini juga menjadi ajang silaturahmi, menguatkan rasa kebersamaan, dan melestarikan budaya lokal. Banyak warga yang dengan sukarela memberi makanan dan minuman kepada rombongan patrol sebagai bentuk apresiasi. (zul)





