KABAR MADURA | Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sampang memperkirakan total tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mencapai ratusan juta rupiah. Tunggakan tersebut berasal dari 772 unit kendaraan dinas yang hingga kini belum melunasi kewajiban pajaknya.
Bendahara Penerimaan Samsat Sampang, Imam Ngiskaril Mutawakkil, mengatakan persoalan pajak kendaraan dinas berpelat merah memang menjadi perhatian serius. Samsat sebagai perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, kata dia, telah berkomitmen menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Detailnya nanti kami cek lagi karena pajak kendaraan mobil dan motor itu berbeda, hanya perkiraan sementara jelas lebih dari Rp100 juta tunggakan pajak milik Pemkab Sampang,” katanya, Selasa (13/1/2026).
Imam menegaskan, pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Bapenda Jawa Timur untuk menagih tunggakan pajak kendaraan dinas milik Pemkab Sampang. Upaya penagihan itu dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Samsat Sampang juga mengaku telah berulang kali menyampaikan imbauan kepada Pemkab Sampang agar segera melakukan pendataan dan penertiban kendaraan dinas. Selain itu, Pemkab diminta mengalokasikan anggaran khusus guna melunasi tunggakan pajak kendaraan tersebut.
Namun demikian, Samsat tidak menampik adanya sejumlah kendala administratif yang turut memengaruhi terjadinya tunggakan pajak. Kendaraan dinas yang rusak berat, hilang, hingga belum dilakukan penghapusan aset dinilai menjadi salah satu penyebab utama.
“Kami sudah ada surat penagihan dari Dispenda Jatim. Jadi telat 15 hari kami tagih, telat sebulan kami tagih, dan telat tiga bulan kami juga tagih. Namun Bendahara I Sampang ternyata tidak menganggarkan parkir kendaraan ditambah adanya efesiensi anggaran oleh pemerintah pusat, jadi mereka mungkin terkendala anggaran. Meskipun itu tidak bisa diterima,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Nurun Ien belum memberikan respons saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan. (yan/zul)





