KABAR MADURA | Sejumlah warga Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Sampang, mengaku baru menerima informasi pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) secara mendadak. Hal itu terjadi setelah persoalan pendistribusian undangan penyaluran bantuan itu ramai dipersoalkan ke publik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sedikitnya terdapat 71 warga Desa Banyukapah yang terdaftar sebagai penerima BLT Kesra tidak mendapatkan undangan penyaluran dari pihak desa.
Salah satu warga Banyukapah berinisial N mengaku tidak pernah menerima undangan resmi pencairan dari pihak desa. Informasi pencairan BLT Kesra justru diterimanya secara tiba-tiba, bahkan tanpa keharusan membawa undangan.
“Kami tidak tahu jadwal pencairan kapan. Tiba-tiba dikabari bisa mengambil BLT di Kantor Pos,” ungkapnya, Selasa (16/12/2025).
Hal senada juga disampaikan warga lainnya berinisial R. Dia mengaku berhasil mencairkan BLT Kesra senilai Rp900 ribu meski tidak memegang surat undangan dari desa.
“Meski tanpa undangan resmi dari desa, saya tetap bisa mencairkan BLT di Kantor Pos,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Kecamatan Kedungdung Fahrur Rosi mengaku tidak dapat memberikan keterangan secara rinci terkait progres pencairan BLT Kesra bagi 71 warga Banyukapah karena diatur dalam standar operasional prosedur (SOP) internal.
“Terkait progres di Banyukapah tidak bisa kami sampaikan secara detail karena ada SOP. Namun, sudah ada lebih dari sepuluh warga yang mencairkan,” ungkapnya.
Fahrur menambahkan, secara umum jadwal pencairan BLT Kesra di Kecamatan Kedungdung telah berakhir pada 15 Desember 2025. (yan/zul)





