KABAR MADURA | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti warga Sumenep agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan, khususnya pada 20-21 Maret 2024.
Kemarin, Rabu (20/3/2024), kondisi Sumenep hujan disertai petir serta angin kencang sejak pukul 11.30. Kondisi itu juga ada pada prediksi BMKG Sumenep.
“Cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan dan hujan, menjelang sore, biasanya hujan reda, baru malam hari hati-hati, terkadang hujan lagi,” kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sumenep Usman Khalid, Rabu (20/3/2024).
Sumenep masuk peringatan dini, serta masuk wilayah yang meluas curah hujannya, yakni di Kecamatan Guluk-guluk, Pasongsongan, Batang-batang, Gapura dan sekitarnya.
Kemudian hujan di Ganding, Pragaan, Ambunten, Rubaru, Dungkek dan sekitarnya, serta Kalianget, Bluto, Saronggi, Batuputih dan sekitarnya masih dapat berlangsung hujan pukul 15.15 WIB.
“Nah ini harus hati-hati, jangan sering keluar rumah, potensi genangan terbukti di Sumenep,” ucap dia.
Pada 21 Maret 2024 juga sangat berhati-hati. Prediksi BMKG sangat parah dari sebelumnya. Oleh karena itu, agar mawas diri tanpa selalu diingatkan selalu. Karena curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
“Kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi mengatakan, pada saat musim hujan ini, terbukti sudah banyak korban, misalnya genangan air, dampak angin puting beliung, serta pohon tumbang di jalanan.
“Hal itu menjadi perhatian kami ke depannya, apalagi BMKG merilis agar waspada pada saat ini hingga besok,” kata pria yang juga menjabat kepala Plt Badan Penelitian dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





