KABAR MADURA | Pagu penerima insentif guru ngaji di Pamekasan tahun 2025 tercatat untuk 3.000 orang. Namun jumlah guru ngaji yang tercatat di data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebanyak 4.900 orang.
Kepala Bagian Kabag (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan Abrori Rais menyampaikan, sasaran 3.000 guru ngaji masing-masing dijatah Rp500 ribu. Tapi pagu penerima itu belum diputuskan karena datanya masih dalam tahap verifikasi.
“Jadi anggaran yang tersedia di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Rp1,5 miliar, tahapannya dalam proses verifikasi data dari yang sudah ada,” paparnya, Senin (5/5/2025).
Guru ngaji yang dapat menerima bantuan tersebut hanya yang memenuhi syarat, yakni minimal memiliki 10 murid dan harus beralamatkan Pamekasan. Calon penerima tersebut tidak harus masuk di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
“Jumlahnya sama atau tidak di masing-masing kecamatan, nanti masih menunggu verifikasi di lapangan,” imbuhnya.
Pagu tersebut lebih banyak dibanding tahun 2024, yang sebanyak 2.200. Namun nominal bantuannya sama, yakni Rp500 ribu. Insentifnya ditransfer langsung ke rekening setiap penerima. Mekanisme penyalurannya di 2025 juga sama, target distribusinya akan dilaksanakan di Juni 2025.
“Pada 2025 meningkat dibanding 2024 dari jumlah penerimanya, pertimbangan untuk melengkapi jumlah target sasaran yang didasarkan pada data awal itu,” terangnya. (rul/waw)





