KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah mendapatkan hasil laboratorium 30 anak yang diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan polio. Hasilnya tidak satu pun yang terjangkit.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Ach. Faisol mengatakan, proses identifikasi 30 anak yang menjadi sampel pemeriksaan polio itu sebagai tindak lanjut dari ditemukannya satu orang positif polio pada akhir Desember 2023 lalu.
“Jadi setelah ditemukan penderita polio, WHO langsung melakukan pengambilan sampel sebanyak 30 anak. Lab-nya di Surabaya, hasilnya negatif,” paparnya, Kamis (18/1/2023).
Atas temuan satu anak menderita polio itu, Kabupaten Pamekasan ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) polio. Faisol menjelaskan, status tersebut akan dicabut apabila sudah tidak lagi ditemukan anak yang positif polio.
“Kalau sudah tidak ada sama sekali, baru nantinya bisa diajukan untuk status KLB-nya dicabut,” tambahnya.
Meski demikian, kata Faisol, untuk proses identifikasi dan pencegahan polio di Kabupaten Gerbang Salam masih lumayan panjang. Sebab, setiap proses preventif yang dilakukan dipantau langsung oleh WHO.
“Jadi semua keputusan dari WHO, dicabutnya KLB atau tidak. Setelah ini ada langkah-langkah sampai tuntas, baru nantinya WHO perwakilan Indonesia memutuskan KLB itu dilanjutkan atau dicabut,” tegas Faisol.
Ikhtiar untuk menekan penyebaran polio sudah dilaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (SubPIN) polio, setidaknya ada 103.066 anak usia 0-7,9 tahun yang menjadi sasaran.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





