KABAR MADURA | Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep tidak mempermasalahkan mengenai rendahnya hasil pencocokan dan penelitian (coklit) data, saat ini lebih fokus pada pengawasan pencoklitan.
Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumenep Hosnan Hemawan mengatakan, terkait rendahnya pencoklitan di KPU Sumenep tidak dapat berkomentar banyak, sebab hasil coklit merupakan kewenangan KPU Sumenep melalui petugas pantarlih.
“Rendah tidaknya hasil coklit itu tidak begitu masalah, yang terpenting pada pelaksanaan proses coklit hasilnya sesuai regulasi yang ada,” kata Hosnan, Senin (1/7/2024).
Dikatakan, yang terpenting bagi bawaslu saat ini, hasil data coklit benar-benar akurat, nantinya yang akan diawasi adalah kesesuaian data, apakah sesuai dengan DP4 yang telah ditetapkan atau tidak.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar proses coklit benar-benar valid, sebab pada hari pertama ada sebagian coklit yang tidak memenuhi syarat (TMS) di salah satu Desa Talang, data yang tercoklit sudah tidak ada.
“Saat ini mulai diperbaiki oleh KPU Sumenep, nah ini yang menjadi kawalan kami ke depannya,” ucap dia.
Dia meminta, dalam menjalankan tugasnya, petugas pantarlih se-Kabupaten Sumenep harus sesuai prosedur dan mekanisme yang diatur dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2024. PKPU Nomor 7 Tahun 2024 tentang Penyusunan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.
Dia menambahkan, agar data coklit benar-benar valid, para pantarlih untuk mendatangi calon pemilih secara langsung secara door to door bukan kerja di atas meja, artinya, pantarlih hanya bertugas di rumah sesuai insting, tapi harus secara langsung datang ke rumah calon pemilih secara door to door.
“Petugas pantarlih menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin, jangan sampai melibatkan orang lain untuk bekerja ke lapangan sebagai mewakili dirinya,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Nurussyamsi mengatakan, dalam proses melakukan e-coklit, dia terus berupaya agar datanya valid. Saat ini, dia bersama-sama melakukan coklit pada 875.017 calon pemilih pilkada serentak sebagaimana daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) setempat selama sebulan.
“Hasillnya kemarin ada sekitar 19,61 persen, saat ini sudah mencapai 20 persen lebih hasil coklit,” kata mantan aktivis Lakpesdam NU Sumenep ini.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





