KABAR MADURA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep mulai menindaklanjuti saran perbaikan (sarper) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Sumenep 2024.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Malik Mustafa mengutarakan, beberapa temuan hasil coklit oleh bawaslu sebagian sudah diperbaiki, paling tidak pada Senin 22 Juli 2024 sudah selesai.
“Masih 24 Juli terakhir. Tetapi, diusahakan besok sudah selesai,” katanya, Minggu (21/7/2024).
Dijelaskan, saat ini hasil e-coklit sudah 100 persen, yakni tercoklit sebanyak 875.017. Data ini masih ada yang bermasalah, misalnya sebanyak terdapat 100 lebih warga meninggal dunia terdata sebagai calon pemilih sudah mulai dilakukan perbaikan.
Sebanyak 90 lebih kepala keluarga (KK) belum dicoklit, tapi ditempel stiker. Ada juga 93 lebih KK yang sudah dicoklit, tapi tidak ditempel stiker saat ini mulai diperbaiki. KPU berterima kasih pada Bawaslu karena telah melakukan pengawasan dengan baik.
“Ini juga berkat dari temuan Bawaslu Sumenep, terima kasih semua data tidak akurat mulai diperbaiki, ini akan dievaluasi ya,” paparnya.
Dengan banyak temuan itu, dari 875.017 yang tercoklit, bisa saja berkurang atau bisa saja bertambah, angka pasti menjadi daftar pemilih tetap (DPT) masih melalui beberapa proses, perlu adanya tanggapan masyarakat apakah data itu benar apa tidak.
“Jika coklit selesai, sebentar lagi akan fokus pada pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Sumenep,” tegas dia.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sumenep Hosnan Hermawan mengakui banyak temuan Bawaslu hasil coklit yang dilakukan pantarlih. Akurasi data sangat penting, khawatir jikalu banyak hasil coklit tidak akurat, nantinya berdampak pada hasil pemungutan suara.
“Bisa saja, jika tidak ada orangnya surat suara dapat tercoblos, makanya perlu data akurat,” tuturnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





