KABAR MADURA | Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan tidak terpengaruh dengan gerakan Partai Gerindra, yang memilih Mujahid Ansori sebagai bakal calon wakil bupati Pamekasan dari Fattah Jasin.
Ketua DPC PPP Pamekasan Ra Wazirul Jihad menegaskan, partainya tetap berkomitmen di penjaringan posisi calon bupati. Bukan calon wakil bupati.
Dengan begitu, meskipun Mujahid Ansori tergolong sebagai kader PPP—bahkan menjabat sebagai wakil ketua DPW PPP Jatim, PPP nyaris mustahil mendukungnya. Sebab, Mujahid Ansori diorbitkan Gerindra sebagai calon wakil bupati, berseberangan dengan arah politik PPP yang mau mengorbitkan kader di posisi calon bupati.
“DPC PPP Pamekasan tetap sesuai dengan komitmen di penjaringan kami, tetap akan memajukan calon bupati, sesuai dengan mekanisme dan tahapan yang kami lakukan, tapi pada intinya bermuara pada keputusan DPP,” ujar Ra Wazir, Kamis (8/8/2024).
Meskipun Mujahid Ansori adalah kakak kandung Ra Wazir, dipastikan PPP tetap akan profesional. Pihaknya berkomitmen tidak akan mencampuradukkan persaudaraan dengan kepentingan PPP.
“Persoalan saudara, ya saudara. Kalau persoalan politik, ya politik. Sama halnya dulu ketika Pak Halili dengan Pak Syafi’i. Ketika ada keputusan partai, kami sam’an wato’atan kepada partai. Intinya struktur itu tetap menunggu petunjuk pimpinan partai,” terangnya.
Sejauh ini, terangnya, PPP fokus pada penjaringan calon bupati dari empat kader yang ditugaskan membranding diri: Achmad Baidowi, Halili Yasin, Rosyid Fansori, dan Achmadi.
“DPC menunggu informasi dari DPP. Jadi, keputusannya menunggu dari DPP, ini kan partai lain yang merekom (Gerindra, red),” ujarnya.
Kendati begitu, hingga kini belum ada sinyal DPP PPP guna mengeluarkan rekom untuk salah satu dari empat kader di atas.
“Kami masih mau mengajukan kepada DPW, dari DPW baru ke DPP,” kata Ra Wazir.
Apakah ada potensi kader lain yang akan diusulkan selain yang empat figur di atas?
“Nanti lah dilihat setelah melakukan laporan. Kami tetap menunggu keputusan dari DPP PPP. Kita lihat nanti lah, ini semuanya kan berproses. Ini kan belum berperang. Dalam politik dinamis,” tukasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan Awalluddin Husna





