KABAR MADURA | Penanganan kasus dugaan korupsi Gebyar Batik Pamekasan (GBP) memasuki babak baru.
Pekan depan, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan akan kembali melaksanakan Gelar Perkara di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim).
“Insya Allah dalam minggu depan ini kembali melaksanakan Gelar Perkara di Polda Jatim,” ujar Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pamekasan Ipda Nur Fajri Alim, Sabtu (10/8/2024).
Menurut pria yang dijuluki polisi ganteng itu, pada bulan Juli 2024, pihaknya sudah gelar perkara di Reskrimsus Polda Jatim. Namun, ada tahapan yang harus dilengkapi.
“Tim Penyidik Polres Pamekasan masih melengkapi kekurangan hasil Gelar Perkara di Polda Jatim,” tukasnya.
Untuk diketahui, kasus dari program Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan 2022 itu, mulai tahun ini menggelinding ke Polres Pamekasan.
Audit Inspektorat Pamekasan terhadap program yang menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar itu sudah turun. Bahkan, Polres Pamekasan telah menerimanya.
Sebelum turun hasil audit, Penyidik Polres Pamekasan telah mendalami kasus dugaan rasuah tersebut; belasan orang saksi telah diperiksa secara intensif.
Penyidik Polres Pamekasan tampak bergerak taktis; memeriksa belasan saksi sembari mengajukan permohonan audit ke Inspektorat Pamekasan. Kemungkinan ada kerugian negara, tapi Korp Bhayangkara belum memastikannya.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengakui bahwa hasil audit Inspektorat Pamekasan sudah dalam genggaman tim penyidik.
Usai menerima hasil audit Inspektorat Pamekasan, tegas polisi asal Bangkalan itu, penyidik langsung bergerak cepat dengan mendalami hasil audit yang dikeluarkan Inspektorat Pamekasan.
“Masih dipelajari oleh penyidik. Harap masyarakat bersabar dulu. Saat ini penyidik masih dalam tahap mempelajari hasil laporan tersebut guna menentukan langkah selanjutnya,” ujar AKP Doni saat diwawancarai Kabar Madura, bulan lalu.
Berkenaan dengan potensi adanya tersangka, AKP Doni tampak enggan menjabarkannya secara terperinci. Sebab, masih dipelajari dan dirinya mewanti-wanti masyarakat bersabar serta tidak terjebak dengan asumsi.
“Kami pastikan menegakkan kebenaran berdasarkan prosedur yang berlaku,” tukasnya.
Sekadar diketahui, pada 2022 lalu, kegiatan GBP dikonsentrasikan di lima titik lokasi promosi, yaitu Malang, Tuban, Surabaya, Bromo, dan Bali. Targetnya orang luar Pamekasan bisa mengetahui corak batik dan keindahannya, sehingga bisa terpikat dan bisa membeli batik khas Pamekasan.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan Awalluddin Husna





