KABAR MADURA | Memasuki musim penghujan, penanganan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) lebih ekstra. Pasalnya, sampah dalam keadaan basah lebih potensi menimbulkan bau yang lebih menyengat.
Pengelola TPA Angsanah Misruji mengatakan, ketika musim hujan, sampah yang masuk langsung ditimbun dengan tanah. Hal itu dilakukan agar bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat. Selain itu, juga untuk mengurangi peredaran sampah.
“Sejauh ini untungnya tidak ada keluhan dari warga sekitar tentang bau sampah itu. Karena kami melakukan penanganan khusus untuk ketika musim hujan,” ungkapnya, Senin (21/10/2024).
Sementara penanganan sampah ketika musim kemarau, kata Misruji, sampah yang masuk masih harus dipadatkan terlebih dahulu. Baru kemudian tiga hari setelahnya dilakukan penimbunan dengan tanah.
Misruji menambahkan, selain memaksimalkan di penimbunan sampah, penyemprotan juga dilakukan lebih inten saat musim kemarau.
“Kalau musim hujan biasanya kawasan sekitar itu becek, sehingga truk sampah sulit masuk. Biasanya kalau seperti itu harus ada alat besar pengangkut sampah,” jelasnya.
Biasanya, lanjutnya, volume sampah ketika musim penghujan akan bertambah dari musim kemarau. Saat ini, rata-rata sampah masuk ke TPA mencapai 30-34 ton per hari.
“Di bulan September saja sampah yang masuk tembus 1.021,03 ton,” tutupnya. (nur/zul)





