KABAR MADURA | Pemanfaatan rumah Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Pamekasan hingga kini belum maksimal. Sejak diresmikannya pada November 2023, pemanfaatan rumah ADM tersebut hanya mencakup sekitar 25.000 warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan Amir Kosim mengatakan, dalam mengurus dokumen kependudukan, banyak warga Pamekasan yang lebih memilih untuk datang langsung ke kantor Dukcapil. Akibatnya, pemanfaatan rumah ADM tersebut sepi pengunjung.
“Saya memang mengakui pemanfaatan itu masih sangat rendah,” ungkapnya, Selasa (22/4/2025).
Menurutnya, tidak maksimalnya pemanfaatan rumah ADM dipicu oleh tiga hal utama, di antaranya termasuk rendahnya pemahaman penggunaan teknologi, tidak mau ribet sendiri, serta proses penggunaannya yang bergantung pada proses aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Sementara capaian aktivasi IKD masih mencapai sekitar 25 ribu orang dari total 600 hingga 700 orang wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP) di Pamekasan. Sayangnya, dari jumlah itu, sebagian masih diisi sekitar 20 hingga 30 persen warga dari luar daerah.
“Ada sekitar 25 ribu yang sudah kita capai, namun dari jumlah itu, sebagian diisi oleh warga nom Pamekasan, seperti karyawan, dan ASN yang dari luar Pamekasan. Kita tidak punya data pasti terkait siapa saja yang menggunakannya, karena tidak ada buku tamu di sana,” tambahnya.
Amir mengungkapkan, untuk memaksimalkan penggunaan itu, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan berbagai terobosan, termasuk layanan jemput bola, gelar layanan malam, penambahan persyaratan IKD bagi pemohon yang akan ambil KTP, serta melakukan kerjasama dengan pemerintah desa, perguruan tinggi dan sekolah menengah atas (SMA).
Saat ini, lanjut Amir, ada sekitar 98 desa dan kelurahan yang bisa melakukan pelayanan administrasi kependudukan untuk warga di daerah itu. “Kita secepatnya akan memaksimalkan fungsi dan kegunaan rumah ADM dengan menggenjot layanan di desa-desa,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili Yasin, menyayangkan capaian kinerja Disdukcapil Pamekasan dalam memanfaatkan program yang sudah dilakukan. Pasalnya, pembangunan rumah ADM tersebut menalan anggaran miliaran rupiah.
Untuk itu, pihaknya menyarankan agar Disdukcapil Pamekasan mengevaluasi ulang hasil kinerja atas pemanfaatan program itu, mulai dari target capaian aktivasi aplikasi IKD, serta upaya lainnya dalam memaksimalkannya
“Dinas seharusnya tidak hanya berfokus pada program yang kelihatan bagus, namun dampaknya tidak ada,”ungkapnya. (km62/din)





