PAD Retribusi Pasar Masih Rendah, Disperindag Pamekasan Akui Banyak Kendala

News141 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan harus bekerja keras menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Sebab, selama tiga bulan pertama di tahun ini, capaian retribusinya masih rendah. Hal itu diakui Kabid Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi.

Handiko menyebutkan, dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,4 miliar di tahun ini, dibagi menjadi dua bagian utama. Pertama, retribusi harian yang fokus retribusinya pada pedagang yang ada emperan pasar. Saat ini, capaian retribusinya sebesar 21 persen. Kedua, retribusi toko yang fokus kepada pedagang toko di pasar. Capaian retribusinya masih 26 persen.

“Untuk pembagian dari target itu yaitu, retribusi harian sebanyak 2,6 miliar, dan untuk retribusi pertokoan Rp700 juta,” ungkapnya, Kamis (24/4/2025).

Pemenuhan retribusi pasar selama tiga bulan ini, Disperindag Pamekasan menemukan banyak kendala di lapangan, mulai dari adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi yang berakibat pada PAD pasar hewan, faktor alam yang tidak mendukung, serta persaingan pasar yang terus berkembang.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Harga saat Ramadan, Disperindag Pamekasan Gelar Pasar Murah di 13 Kecamatan

Kendati demikian, Handiko berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya perkembangan pasar, utamanya dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana pasar, serta akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan pasar di wilayahnya.

JJS Kabar Madura

“Saat ini, kami tidak memakai target triwulan, namun kami lakukan tiap minggu untuk rapat evaluasi capaian target. Dan kami rasa cara ini lebih efektif, karena persaingan kita sangat ketat melawan pasar online,”tambahnya.

Saat ini, ada sebanyak 13 pasar di Pamekasan yang menjadi tanggung jawab Disperindag Pamekasan dalam pemenuhan retribusi pasar setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hanya terdapat dua pasar yang hingga kini menjadi penyumbang terbanyak, yakni Pasar Keppo dan Pasar 17 Agustus.

Baca Juga:  Harga Daging Sapi dan Cabai di Pamekasan Naik Jelang Iduladha 1447 H

Handiko memastikan bahwa ke depan, Disperindag Pamekasan akan terus mengoptimalkan pendapatan belasan pasar binaannya. Sehingga, target PAD di tahun ini bisa tercapai.

“Insya Allah tahun ini bisa kita capai. Terpenting kami dan pedagang menginginkan yang terbaik,” pungkasnya. (km62/din)

 

Retribusi Pasar di Pamekasan

Target Capaian 2025: Rp3,4 miliar 

Retribusi Harian: Rp2,6 miliar

Retribusi Pertokoan: Rp700 juta

 

Capaian Selama Tiga Bulan:

Retribusi Harian 21 persen

Retribusi Pertokoan 26 persen

 

Jumlah : 13 Pasar 

Penymbang Terbanyak: Pasar Keppo dan Pasar 17 Agustus

Kendala: Wabah PMK, faktor alam, dan persaingan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *