KABAR MADURA | Sekolah Rakyat di Pamekasan sudah tergolong siap dari sisi kesiapan sumber daya manusia (SDM) guru, tenaga pendidik, dan kepala sekolah (Kasek). Tapi, tidak dibuka tanggal 14 Juli 2025 seperti umumnya tahun ajaran baru di sekolah negeri.
Fakta tersebut diakui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso. Menurutnya, Sekolah Rakyat Pamekasan pada cakupan renovasi 1 B, sehingga untuk operasinya masih menunggu informasi dari Kemensos RI.
“Kendati pun dari jumlah SDM guru dan tendik sudah terpenuhi. Jadi, yang masuk gelombang 1 A sudah masuk aktif mulai besok). Pamekasan 1 B, menunggu jadwal dari pusat,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).
Terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Kabid Tendik) Disdikbud Kabupaten Pamekasan Fadlillah menyampaikan, rekrutmen guru Sekolah Rakyat berasal dari guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Itu pun rekrutmennya berasal dari Kemensos RI langsung, pihaknya tidak terlibat dalam prosesnya.
“Sementara informasi yang saya teruma dari kepala sekolahnya, guru mapelnya sudah terseleksi,” terangnya.
Sementara itu, Kasek Sekolah Rakyat Pamekasan Aisyah Minarni Mukti menyampaikan, secara umum dari kesiapan siswa sudah ada 50 orang yang terjaring, termasuk gurunya pun sudah siap. Tinggal juru masak dan bendahara sekolah rakyat yang belum terjaring.
Kalau khusus juru masak, dia belum mengetahui ada berapa yang dibutuhkan, tapi SDM guru dan tendik yang sudah tersedia ada 17 orang, termasuk di dalamnya ada guru asuh dan guru asrama masing-masing satu orang. (rul/nam)





