KABAR MADURA | Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kucurkan anggaran ratusan juta untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas Terminal Trunojoyo Sampang. Namun proyek tersebut mendapat sorotan karena proses pengerjaannya tidak dipublikasikan di lokasi strategis.
Sorotan itu datang dari Pembina GKS Sampang Moh. Tohir. Dia mempertanyakan transparansi pihak Terminal Trunojoyo Sampang dan pelaksana, karena seharusnya mempersiapkan data informasi anggaran dalam pelaksanaan proyek itu.
Namun nerdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura dari lama LKPP Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jatim, pada tahun 2025 terminal Trunojoyo Sampang mendapatkan suntikan dana Rp800.190.000 untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas.
Menurut pria dengan sapaan Abah Tohir ini, setiap masyarakat berhak meminta dan mendapatkan informasi dan mengawasi kegiatan pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah baik dari APBN maupun APBD.
“Pelaksanaan proyek ini menimbulkan kecurigaan karena papan informasi tidak ditempatkan di lokasi yang strategis serta pihak terminal yang kurang transparan,” ujarnya.
Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, kata Abah Tohir, pihak terminal dan pelaksana proyek wajib transparan dalam pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari anggaran negara.
Sementara itu, salah seorang pekerja atau tukang yang enggan dipublikasikan identitasnya saat ditemui di lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan proyek itu sudah berjalan sekitar satu bulan. “Sudah berlangsung satu bulanan,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Satgas B Terminal Trunojoyo Sampang dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Jhon Suhendra saat dikonfirmasi terkesan enggan membeberkan terkait pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas Terminal Trunojoyo tersebut dengan dalih tidak memiliki kewenangan.
“Terkait sarpras terminal ini, UPT & terminal tidak punya kapasitas untuk itu, saya cuma bawahan,” singkat Jhon Suhendra melalui pesan Whatsappnya.
Anehnya, setelah dikonfirmasi awak media, pihak terminal Sampang Jhon Suhendra itu langsung memblokir nomor kontak awak media. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa dikonfirmasi lebih lanjut. (sub/waw)





