KABAR MADURA | Proses pengusulan nomor induk pegawai (NIP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Pamekasan masih terus berlangsung.
Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Pengadaan, Pembinaan, dan Informasi Kepegawaian (PPIK) BKPSDM Pamekasan, Mustain Ramli, Senin (29/9/2025), ribuan tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan (nakes) masih menunggu finalisasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Saat ini BKPSDM baru saja menyelesaikan tahapan pengisian daftar riwayat hidup (DRH) yang diperpanjang hingga 27 September lalu.
“Sekarang kita dalam proses input. Setelah semuanya masuk, baru kita finalkan, lalu terkirim ke BKN. Jadi ada 4.176 yang masih di tahap penginputan,” jelasnya.
Terkait penempatan, Mustain menegaskan, prinsip awalnya adalah seluruh PPPK paruh waktu tetap bekerja di unit kerjanya masing-masing. Namun, ada potensi perpindahan, khususnya PPPK teknis, sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Umumnya di unit kerja sebelumnya. Hanya ada beberapa yang dipindahkan karena kebutuhan organisasi, bukan karena permintaan pribadi. Jumlahnya sangat sedikit,” tambahnya.
Hal serupa berlaku bagi tenaga kesehatan. Sebagian besar tetap di unit kerjanya, kecuali beberapa yang ditarik untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit tertentu.
Sementara untuk guru, penempatan mengacu pada sistem Ruang Talenta Guru (RTG) di bawah Kementerian Pendidikan. Berdasarkan pemetaan tersebut, guru akan ditempatkan di sekolah yang masih membutuhkan.
“Pada prinsipnya tetap di sekolah asal, kecuali ada kebutuhan lain yang mendesak. Potensinya juga kecil, mungkin hanya sekitar 1 persen dari total guru yang ada,” pungkas Mustain.
Pelantikan PPPK paruh waktu di Pamekasan diperkirakan berlangsung pada Oktober 2025. (rul/ong)





