KABAR MADURA | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menyadari betapa pentingnya kolaborasi dengan wartawan. Karenanya, Rektor UIN Madura Saiful Hadi mengundang insan pers di salah satu hotel di Pamekasan, Rabu (1/10/2025).
Didampingi Ketua Senat UIN Madura Akhmad Muhlis, Saiful Hadi menegaskan bahwa keberhasilan alih status IAIN ke UIN Madura tidak terlepas dari peran berbagai pihak. Salah satunya insan pers.
“Perubahan status ke universitas dituntut memberikan layanan akses lebih luas dalam rangka mempersiapkan SDM lebih komprehensif. Pertemuan ini dalam rangkat menguatkan otot perubahan untuk menatap era global dengan identitas yang kuat, yaitu spiritualitasnya kuat dan beridentitas Madura yang tak tergoyahkan,” ujarnya.
Sebelumnya, terang Saiful Hadi, investasi SDM di kampus tersebut cukup ilmu keagamaan, sekarang juga menyentuh ilmu umum, yakni sains, teknologi, engineering, matematik, dan religion. Dari perkembangan tersebut maka muncullah istilah integrasi untuk menguatkan falsafah Tanèyan Lanjhâng.
Dalam pertemuan tersebut, UIN Madura menghadiahi para wartawan berupa draft buku “Falsafah Pengembangan Keilmuan Tanèyan Lanjhâng. Buku tersebut merupakan ikhtiar untuk memberi landasan bagi paradigma dan keilmuan lebih lanjut untuk pengembangan keilmuan di lingkungan UIN Madura dengan basis ilmu agama Islam, ilmu pengetahuan sains, dan ilmu humaniora (nilai-nilai sosio-kultural kemaduraan).
Dijelaskan, Tanèyan Lanjhâng dimanfaatkan sebagai metafora pengembangan keilmuan berorientasi pada scientific building yang integratif dan integral. (rul/nam)






