KABAR MADURA | Kendati sudah memasuki tutup tahun anggaran berjalan 2025, ketersediaan pupuk subsidi di Sampang masih melimpah. Tingkat serapan atau penyaluran pupuk hingga hingga saat ini masih di kisaran 30 persen dari alokasi yang tersedia.
Data Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan (Disperta KP) Sampang menunjukkan, stok pupuk di Sampang untuk jenis urea sebanyak 22.956 ton, NPK 20.108 ton, dan pupuk organik sebanyak 3.339 ton. Kuota pupuk yang melimpah tersebut dipastikan mencukupi hingga akhir tahun 2025 mendatang.
Kepala Disperta KP Sampang Suyono memastikan ketersedian pupuk bersubsidi di wilayahnya aman dan dipastikan cukup hingga akhir tahun 2025 yang hanya tinggal tiga bulan lagi.
“Stok yang ada masih lebih banyak daripada yang diserap oleh petani saat ini, karena serapannya sampai saat ini masih sekitar 30 persen,” ujarnya.
Dijelaskannya, biasanya tingkat serapan pupuk subsidi paling tinggi itu biasa terjadi pada saat menjelang musim hujan untuk persiapan musim tanam. Menurutnya, pupuk subsidi harus benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Untuk itu, pihaknya mendorong peran petugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di 14 kecamatan untuk mendampingi di beberapa desa.
“Kami juga berharap Poktan agar aktif berkomunikasi dengan petugas di BPP terkait dengan pupuk dan keluhan lainnya terkait pertanian,” bebernya.
Selain itu, Suyono menegaskan bahwa pihaknya juga memiliki obat gratis untuk para petani untuk mengatasi serangan hama penyakit pada tanaman. Para petani harus melaporkan peristiwa yang telah terjadi pada tanamannya untuk bisa mendapat bantuan obat-obatan tersebut.
“Petani cukup melaporkan dan kemudian dibuktikan atau diverifikasi oleh petugas kami, maka tanaman yang diserang hama itu akan mendapat rekomendasi dan dibantu obat yang dibutuhkan,” pungkasnya. (sub/waw)





