KABAR MADURA | Ketersediaan stok garam rakyat di wilayah Sampang sebanyak 35,300 ton. Mayoritas para petambak sengaja belum menjual garamnya dengan harapan harga naik lebih mahal.
Berdasarkan data Dinas Perikanan (Diskan) Sampang per Agustus 2025. stok garam rakyat di Sampang sebanyak 35,300.00 ton. Perincian garam dengan kualitas KW1 sebanyak 32,703.00 ton, KW2 tercatat 1,947.00 ton dan KW3 650 ton.
Stoknya tersebar di empat kecamatan, meliputi; Kecamatan Sampang 7,290.00 ton, Pengarengan 8,940.00 ton, Jrengik 640.00 ton, dan Sreseh 18,430.00.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Diskan Sampang Moh. Mahfud mengatakan, para petambak garam masih menahan garamnya dengan harapan harga menjadi naik. Selain itu, pada musim kemarau kali ini, tingkat produksi garam tergolong rendah lantaran musim kemarau yang singkat dan sering turun hujan.
“Saat ini para Petambak masih menahan garamnya berharap harga naik lebih mahal,” ujarnya.
Untuk kondisi harga garam rakyat saat ini di kisaran Rp1.150.000 per ton untuk kualitas terendah atau KW3, Rp1.250.000 untuk KW2, dan harga tertinggi untuk KW 1 senilai Rp1.350.000.
Sedangkan tingkat produksi garam rakyat per bulan Agustus 2025 hanya 6.492 ton untuk semua kwalitas yang tersebar di tujuh kecamatan penghasil garam dengan total luas lahan garam sebanyak 3,218.24 hektare.
“Kami berharap agar kedepannya harga garam rakyat naik. Petambak bisa menjual garamnya lebih layak dan mahal,” harapnya. (sub/waw)





