KABAR MADURA | Pendopo Keraton Sumenep kembali menjadi saksi kebangkitan spiritual dan kebudayaan masyarakat Madura. Ribuan masyarakat, santri, kiai, habaib, tokoh adat, dan pejabat daerah memadati lokasi peringatan Haul Raja-Raja Madura yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional 2025.
Dengan tema “Merajut Sejarah Menatap Masa Depan”, kegiatan ini menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam merawat warisan peradaban sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.
Bupati Fauzi menegaskan bahwa peringatan ini bukan seremonial biasa, melainkan langkah strategis untuk memberikan kekuatan moral dan spiritual kepada masyarakat Sumenep. Dia menekankan pentingnya meneladani para raja dan ulama terdahulu yang telah meletakkan pondasi kemakmuran, kedamaian, dan ketahanan sosial di Madura.
“Haul Raja-Raja Madura dan Hari Santri ini menjadi momentum kebangkitan. Kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi menjadikannya pijakan untuk membangun masa depan Sumenep yang lebih sejahtera, religius, dan berbudaya,” ujar Bupati Fauzi disambut takbir dan tepuk tangan para hadirin.
Bupati Fauzi juga menegaskan bahwa pesantren dan tradisi keagamaan bukan sekadar identitas lokal, tetapi motor penggerak ekonomi umat. Melalui kegiatan ini, UMKM lokal, sektor transportasi, dan wisata religi ikut mendapatkan dampak positif.
Rangkaian acara budaya dan doa bersama yang dipadukan dalam Haul Raja-Raja Madura dan HSN 2025 telah memantapkan posisi Sumenep sebagai daerah yang memuliakan sejarah sekaligus menatap masa depan dengan visi kesejahteraan.
Dengan langkah nyata ini, bupati Sumenep dinilai berhasil menyatukan umat, membangkitkan kebanggaan identitas, serta menghadirkan kepemimpinan yang visioner dan berorientasi pada kemakmuran rakyat.
”Sumenep bukan hanya menjaga sejarah, tetapi sedang menciptakan sejarah baru: Madura bangkit, santri berdaya, rakyat sejahtera,” pungkasnya.
Hadir sebagai penceramah utama, Habib Muhammad Assegaf memberikan tausiyah penuh makna. Dia mengajak seluruh santri dan generasi muda untuk mewarisi sifat kepemimpinan para raja dan ulama: bijaksana, dermawan, teguh dalam agama, serta peduli terhadap kesejahteraan rakyat.
“Santri adalah penerus perjuangan ulama, dan dari Madura telah lahir banyak pemimpin besar bangsa. Semangat inilah yang harus dijaga,” tegas Habib Assegaf. (ara/waw)





