Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sokobanah Tanam Pohon Pisang di Jalan Poros Kabupaten

Pemerintahan72 views

KABAR MADURA | Kekecewaan warga Kecamatan Sokobanah terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan kembali mencuat. Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di ruas jalan poros Kabupaten Sampang yang menghubungkan Desa Bira Tengah dan Desa Bira Timur, akibat longsor yang tak kunjung diperbaiki.

Aksi simbolik tersebut dilakukan untuk memperingatkan pengguna jalan sekaligus menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan.

Abd. Halim, salah satu pemuda Sokobanah, menyesalkan terjadinya longsor di jalan tersebut yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah. Padahal, ruas jalan itu merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian warga.

Baca Juga:  Penyidikan Kasus Perusakan Lahan di Pegantenan Pamekasan Berlanjut, Polisi Akan Periksa 8 Saksi

“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau dibiarkan terlalu lama, risikonya bukan hanya kerugian ekonomi, tapi juga bisa mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujar Abd. Halim, Senin (19/1/2026). 

Halim menilai lambannya respons Pemkab Sampang berpotensi memperparah dampak sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, kerusakan jalan yang dibiarkan tanpa penanganan darurat menunjukkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah pinggiran.

JJS Kabar Madura

Pemkab Sampang melalui OPD terkait didesak agar segera melakukan penanganan darurat guna mencegah kecelakaan, sekaligus menyiapkan perbaikan permanen agar jalan kembali layak dilalui.

Baca Juga:  Majelis Sholawat Tangga Seribu Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga

“Jalan yang poros kabupaten ini sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah, beberapa kali warga memperbaiki sendiri dari hasil swadaya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Sokobanah, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Jangan sampai warga terus jadi korban kelalaian. Perlu ada evaluasi serius supaya pembangunan jalan tidak asal-asalan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Sampang maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. (yan/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *