Viral MBG Dikembalikan, SPPG As-Salman Pamekasan Minta Maaf dan Siap Ganti Menu Baru

Berita1,590 views

KABAR MADURA | Video seorang guru SMAN 2 Pamekasan yang menolak menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman beredar luas di media sosial, Senin (9/3/2026).

Dalam video itu tampak seorang guru bernama Moh. Hairuddin yang diketahui menjabat sebagai wakil kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 2 Pamekasan. Dia menyampaikan penolakan terhadap menu yang dikirimkan.

“Kami menolak untuk jatah tiga hari ini, Senin, Selasa dan Rabu,” katanya.

Menu yang ditolak berupa lele marinasi, tempe, dan tahu ungkep yang dikemas menggunakan kotak makanan persegi. Menurut Hairuddin, kondisi ikan lele yang masih mentah menjadi alasan utama pihak sekolah menolak menu tersebut.

“Lelenya masih mentah, ini yang sangat disesalkan oleh sekolah,” jelasnya dalam video tersebut.

JJS Kabar Madura

Menanggapi hal itu, SPPG Yayasan As-Salman Buddagan Pamekasan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah atas ketidaknyamanan tersebut.

Baca Juga:  14 Ribu Ton Bantuan Pangan untuk Madura Baru Disalurkan 30 Persen

Kepala SPPG Yayasan As-Salman, Moh. Ainur Rusli, menjelaskan, menu itu sebenarnya disusun agar dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

“Pemenuhan gizi sudah tercukupi, akan tetapi tentu, kami mohon maaf, dan kami siap memperbaiki sesuai saran dari pihak sekolah, dan menu yang ditolak siap kami ganti,” paparnya, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengungkapkan, menu yang disiapkan terdiri dari beberapa jenis makanan dengan kandungan protein dan gizi seimbang.

Dia merinci, paket menu itu meliputi roti pizza, dua butir telur rebus, satu kemasan susu full cream, seekor lele marinasi, dua potong tahu ungkep, dua potong tempe ungkep, serta dua buah naga.

“Yang viral itu hanya lele marinasinya. Kami menggunakan lele marinasi karena untuk menambah asupan protein. Selain itu, lele marinasi juga relatif lebih tahan hingga satu hari,” ujarnya.

Fikri juga menegaskan, video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan menu yang sebenarnya disiapkan.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Penggelapan Rp1 Miliar, Polres Pamekasan Tangkap Eks Anggota DPRD Sumenep

Dalam rekaman itu hanya terlihat lele, tahu, dan tempe ungkep. Sementara menu lain seperti susu, telur, roti pizza, dan buah naga tidak ikut terekam.

“Ada menu lain seperti susu, telur, roti pizza, dan buah. Namun itu tidak terekspos dalam video karena Person in Charge program Makan Bergizi Gratis menolak menu tersebut dikeluarkan dari mobil distribusi,” bebernya.

Akuntan SPPG Yayasan As-Salman, Reni Septiyan Putri, menambahkan, paket menu tersebut merupakan jatah untuk tiga hari dengan total anggaran Rp30 ribu atau sekitar Rp10 ribu per porsi setiap hari.

Dia menyebut, satu ekor lele dianggarkan Rp5 ribu, dua potong tahu ungkep Rp2 ribu, dan dua potong tempe ungkep Rp2 ribu.

“Untuk roti pizzanya itu Rp4 ribu, susu full cream Rp3.500, dua butir telur Rp5 ribu, serta buah naga sekitar Rp8.500,” tuturnya. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *