Tahap Pertama Pembebasan Lahan SR di Bangkalan Selesai, Telan Anggaran Rp5,2 Miliar

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Katol Barat, Kecamatan Geger. Untuk tahap pertama, lahan seluas 3,8 hektare telah berhasil dibebaskan dengan anggaran sekitar dari Rp5,2 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto menjelaskan, pembebasan lahan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Tahap pertama telah direalisasikan pada 2025, sementara tahap kedua direncanakan berlangsung pada tahun ini.

“Karena keterbatasan anggaran, pembebasan lahan kami bagi dua tahap. Tahap pertama sudah 3,8 hektare, dan tahap kedua kami targetkan menambah 3,8 hektare lagi, sehingga totalnya mencapai 7,6 hektare,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Untuk tahap kedua, katanya, nilai pembebasan diperkirakan tidak jauh berbeda. Hal ini karena harga tanah di lokasi tersebut dinilai masih stabil.

Baca Juga:  MBG Sumenep Disorot, Paket Makanan untuk Siswa Diduga Basi

“Harga tanahnya sama, tidak ada kenaikan signifikan. Jadi tahap kedua tinggal proses pembayaran,” jelasnya.

JJS Kabar Madura

Pemkab Bangkalan menargetkan pembayaran tahap kedua dapat diselesaikan pada April ini. Jika target tersebut tercapai, maka pembangunan fisik SR diproyeksikan mulai berjalan pada Juni 2026, setelah Dinas Sosial (Dinsos) sebagai leading sector mengajukan proses lanjutan ke pemerintah pusat.

“Kalau pembayaran rampung April, kami berharap Dinsos segera berkirim surat. Insya Allah pembangunan bisa dimulai sekitar Juni,” tambahnya.

SR ini dirancang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektare dan akan dibangun langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dalam skema tersebut, pemerintah daerah hanya menerima hasil pembangunan dalam kondisi siap pakai.

Baca Juga:  Halalbihalal Unira, Perkuat Silaturahmi Sekaligus Santuni Anak Yatim

“Pembangunan dilakukan oleh pusat, Pemkab tinggal terima kunci,” tegas Yusri.

Secara konsep, SR akan menjadi kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti asrama, kantor pengelola, sarana olahraga, gazebo, hingga gedung serbaguna.

“Konsepnya terpadu, tidak hanya sekolah, tapi juga dilengkapi asrama dan fasilitas pendukung lainnya. Itu sebabnya kebutuhan lahannya cukup luas,” ungkapnya.

Yusri memastikan master plan pembangunan telah disiapkan sebagai dasar pengembangan kawasan pendidikan tersebut. Dengan percepatan pembebasan lahan yang terus dilakukan, Pemkab Bangkalan berharap proyek SR ini segera terealisasi dan mampu memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. (fik/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *