KABAR MADURA | Proses penentuan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan terus menunjukkan perkembangan. Dari empat lokasi calon lahan yang telah memenuhi syarat, pemerintah kabupaten (pemkab) kini menunggu hasil penilaian harga dari tim independen atau appraisal.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengungkapkan, sebelumnya terdapat sekitar 20 usulan lokasi yang diajukan oleh berbagai tokoh masyarakat. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan persyaratan teknis, hanya empat lokasi yang dinyatakan memenuhi kriteria, yakni di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong; Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan; Desa Campor, Kecamatan Proppo; dan Desa Rangpenang Dejeh, Kecamatan Proppo.
Menurut Bupati Kiai Kholil, terdapat sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku penanggung jawab teknis dalam penetapan lahan SR. Beberapa di antaranya adalah luas lahan minimal lima hektare, tidak termasuk kategori lahan sawah dilindungi (LSD), serta memenuhi ketentuan terkait kemiringan lahan dan aspek teknis lainnya.
Saat ini, keempat lokasi itu telah melalui tahap survei yang dilakukan oleh konsultan appraisal. Hasil penilaian itu nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan harga lahan.
“Kemarin, empat lahan itu sudah disurvei oleh konsultan appraisal. Dalam waktu dekat kemungkinan sudah muncul. Harga itu yang nantinya menjadi patokan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Kiai Kholil menegaskan, penentuan harga lahan bukan menjadi kewenangan kepala daerah. Penilaian dilakukan sepenuhnya oleh konsultan appraisal independen yang bertugas mengkaji dan menetapkan nilai lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia juga menyebut, Pamekasan termasuk salah satu daerah yang saat ini mendapat perhatian pemerintah pusat terkait percepatan penyediaan lahan untuk program SR. Bahkan, kementerian terkait telah menetapkan batas waktu penyelesaian proses tersebut sebelum Oktober 2026.
“Mudah-mudahan bisa segera selesai. Gus Ipul (Menteri Sosial) kemarin juga memberikan deadline sebelum Oktober. Jadi 2027, kami berharap pembangunannya seratus pesen selesai,” tegasnya. (nur/zul)





