Setelah Sempat Naik, Harga Bahan Pokok Kini Mulai Melandai di Pamekasan

Ekonomi10 views

KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan terus memantau harga pangan di pasar tradisional. Setelah Hari Raya Iduladha, sejumlah komoditas bahan pokok dilaporkan kembali mengalami penurunan harga dan berangsur normal.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdurrahman Nahrul, melalui Analis Perdagangan Ahli Pertama, Riva Silviani, menjelaskan bahwa beberapa komoditas seperti telur, daging ayam, dan cabai mengalami penurunan harga setelah perayaan Iduladha.

“Beberapa harga bahan pokok setelah hari raya Iduladha ada beberapa yang mengalami penurunan,” ucap Riva, Kamis (4/6/2026).

Harga seperti telur awalnya Rp27 ribu per kilogram, setelah Iduladha turun menjadi Rp25 ribu-Rp26 ribu per kilogram, kemudian daging ayam, biasanya Rp40 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Harga cabe juga turun sedikit. Biasanya harga cabe rawit Rp70 ribu sampai Rp80 ribu, kini sekitar Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Perkasa dan Forkopimda Pamekasan Bersinergi: Santuni Ratusan Anak Yatim, Tukang Becak, dan PKL

Disperindag Pamekasan memonitoring harga setiap hari, baik sebelum maupun sesudah Iduladha. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Kolpajung dan Pasar 17 Agustus Pamekasan.

JJS Kabar Madura

Kenaikan harga yang sempat terjadi menjelang Iduladha menjadi salah satu alasan Disperindag Pamekasan menggelar pasar murah bekerja sama dengan Disperindag Jawa Timur di beberapa wilayah kecamatan.

“Pemantauan kami sebelum hari raya Iduladha memang ada beberapa harga bahan pokok ada yang naik sehingga kemarin kami mengadakan pasar murah yang bekerja sama dengan Disperindag Jatim di Kecamatan Waru tanggal 25-26 Mei kemarin, sebelum Iduladha,” tambahnya.

Kegiatan pasar murah tersebut dilaksanakan di Kecamatan Waru dan Kecamatan Pademawu. Melalui kegiatan itu, masyarakat memperoleh akses bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Baca Juga:  Pamekasan Waspada DBD, 185 Kasus Tercatat dan Satu Meninggal Dunia

Disperindag juga menggandeng ID Food untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng dan gula, guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.

“Kami juga membawa Minyak Goreng Kita, minyak goreng premium dan gula. Di mana kami bekerja sama dengan ID Food untuk menyediakan minyak kita dengan harga Rp15 ribu per liternya dan harga gula Rp17 ribu per kilogram,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, pasar murah tersebut tidak menggunakan sistem undangan. Masyarakat yang datang langsung ke lokasi akan mendapatkan nomor antrean guna menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Yang berkunjung ya masyarakat di sekitar sana. Kami tidak menggunakan sistem undangan, tapi mereka sampai di tempat akan diberikan nomor antrean untuk mencegah keributan dan lainnya. Kalau yang di Pasar Patemon kemarin tidak ada sistem nomor antrean tapi tidak ada gejolak,” tutupnya. (km96/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *