Aisyah Minarni Mukti, Rela Korbankan Waktu dengan Keluarga Demi Prestasi sebagai Guru

Berita, Harmoni461 views

KABAR MADURA | Di tengah kesibukannya sebagai guru, Aisyah Minarni Mukti mampu mengoleksi beragam prestasi. Guru bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pamekasan ini meraih sejumlah prestasi dari level kabupaten hingga nasional.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN 

Lahir di Pamekasan 14 Oktober 1985, ibu tiga orang anak ini harus siap menjaga kesabaran yang kuat. Meskipun tidak bertugas sebagai guru bimbingan konseling (BK), dia berpengalaman mengurus siswa yang nakal hingga jadi berprestasi. 

Kesabarannya itu semakin diuji ketika dia harus rela mengorbankan waktu bersama keluarga dalam rangka mengikuti berbagai event atau kompetisi untuk menunjang karirnya sebagai guru dan membimbing siswa. 

Karirnya sebagai guru diawali pada tahun 2009. Mulanya mendaftar rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2008. Beruntung dinyatakan lolos seleksi setelah menjalani serangkaian tes. Kemudian tahun 2009 dapat SK dengan penempatan di SMP Negeri 2 Pamekasan, tapi sebagai guru bahasa Madura berdasarkan SK dari bupati Pamekasan. 

Kemudian di tahun 2011 dia  melanjutkan S2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya dan lulus pada 2013. Setelah itu sempat menjadi dosen di Universitas Madura dengan mengampu mata kuliah wacana dan linguistik umum serta sosiolinguistik. Namun karirnya sebagai dosen tidak berjalan lama karena termit aturan yang melarang PNS bekerja di dua tempat. 

“Saya harus resign karena tidak boleh PNS itu berada di dua tempat,” ungkapnya. 

Sosok yang juga menjabat sebagai kepala perpustakaan SMPN 2 Pamekasan itu juga berbagi trik dan tips untuk guru agar banyak berprestasi. Menurutnya, guru harus menerapkan prinsip konsistensi, mampu menjalin kolaborasi, dan terus belajar.

Selain itu, kata Aisyah, guru harus bisa bisa mengatur waktu, membuat prioritas apa saja yang penting untuk dilakukan dan tidak penting untuk dilakukan. Termasuk urusan keluarga dan urusan pekerjaan. Sehingga semua bisa dilakukan seiring dan seirama. Utamanya support dari keluarga yang terus memberikan semangat tanpa mengenal lelah.

“Jadi saya terus konsistensi bisa berdampak baik pada perkembangan murid, sehingga bisa mendukung transformasi pembelajaran yang bermutu untuk mereka,” terang guru yang juga menjabat sebagai ketua MGMP Bahasa Madura Pamekasan ini. 

“Saya berproses itu tetap mengikuti ilmu padi, semakin dia berisi maka dia tetap semakin merunduk,” pungkasnya.

Berikut beberapa prestasi yang diraih Aisyah Minarni Mukti; bergema Guru BLPT Kemendikbud Ristek 2024, juara 1 Guru Menulis Esai se-Kabupaten Pamekasan, finalis terbaik Guru Penggerak 2024, penggerak Komunitas Belajar Terbaik Indonesia Kemendikbud Ristek 2024, finalis pembatik level 3 dan guru master Bahasa Madura Balai Bahasa Jatim 2024. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *