KABAR MADURA-Capaian realisasi investasi di Pamekasan tahun 2024 mencapai Rp425 miliar. Nilai tersebut melebihi nilai yang ditargetkan, senilai Rp246 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Taufikurrachman mengatakan, catatan realisasi investasi tersebut hanya berdasarkan perusahaan yang melaporkan investasinya di online single submission (OSS). Perusahaan yang melaporkan ke OSS itu hanya dari kategori perusahaan menengah ke atas.
“Jadi tidak semua investasi tercatat, realisasi investasi itu yang tercatat di OSS,” ungkapnya.
Kategori jenis usaha itu antara lain, mikro, yakni usaha yang memiliki modal dari nol sampai Rp1 miliar. Usaha kecil, yakni memiliki modal Rp1 miliar sampai Rp5 miliar, kemudian kategori usaha menengah, dengan modal Rp5 miliar sampai Rp10 miliar, dan jenis usaha dengan modal di atas Rp10 miliar.
Namun, kata Taufik, realisasi investasi di 2024 tersebut menjadi salah satu indikator tumbuhnya perekonomian Pamekasan. Sedangkan untuk 2025, sektor investasi yang dibidik tidak hanya berbasis potensi daerah, seperti garam dan tembakau, tetapi pada sektor makanan dan minuman (mamin).
“Untuk target 2025 sebesar Rp251 miliar, di Pamekasan itu sektornya jelas, untuk sektor yang berbasis potensi alam itu garam dan tembakau,” paparnya, Senin (3/2/2024).
Untuk modal usaha yang dilaporkan ke OSS itu murni berasal dari masing-masing pengusaha. Pemkab Pamekasan hanya bisa memantau data laporan setiap enam bulan sekali, yakni di semester pertama dan semester kedua tahun anggaran. (rul/waw)





