AJP Award 2025 Jadi Ruang Apresiasi dan Aksi Nyata bagi Masyarakat

Berita75 views

KABAR MADURA | Apresiasi, literasi, dan kepedulian sosial berpadu dalam satu panggung pada gelaran AJP Award 2025 di Azana Style Hotel Madura, Selasa malam (9/12/2025). Agenda dua tahunan yang diprakarsai Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu tampil meriah dan penuh energi, menghadirkan nuansa kolaborasi antara dunia jurnalisme, kreativitas, dan aksi kemanusiaan.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh penting dari unsur Forkopimda, pimpinan instansi pemerintahan dan nonpemerintahan, serta anggota legislatif. Mereka menjadi saksi perhelatan besar yang juga didukung langsung oleh puluhan nominator, termasuk Prof. Achsanul Qosasi dan H. Khairul Umam atau Haji Her.

Pada malam itu, tiga momentum digelar sekaligus. Selain penganugerahan AJP Award 2025, AJP juga merilis buku ”Pamekasan Mencari Identitas” dan meresmikan Rumah Singgah yang berada di Jalan Kemangi Nomor 12, Pacar Keling, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya.

Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi keluarga pasien dari Pamekasan dan Madura yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani perawatan di Surabaya, sehingga diharapkan dapat meringankan beban mereka.

Sementara Peluncuran buku ”Pamekasan Mencari Identitas” menjadi bagian penting lainnya. Buku ini merupakan karya kolektif anggota AJP yang mendokumentasikan denyut sosial dan budaya Pamekasan melalui perspektif jurnalis, sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan daerah dalam berbagai sektor.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ketua Panitia AJP Award 2025 Zainul Atikurrahman menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Dia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras panitia dan dukungan semua pihak.

”Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal, juga kepada para nominator yang turut mewarnai AJP Award 2025. Ini adalah AJP Award yang kedua. Semua ini menjadi bukti bahwa setiap momentum dan peluang bisa diraih dengan perjuangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua AJP M. Khairul Umam menjelaskan, AJP Award adalah ruang pembuktian profesionalisme jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.

”Teman-teman menggelar acara yang spektakuler, bahkan mencoba menembus mimpi. Jurnalis adalah pilar keempat demokrasi. Kami kaum profesional, bukan pengemis,” tegasnya.

Alumnus Universitas Islam Malang (Unisma) itu juga menyebut, AJP Award akan terus menjadi agenda dua tahunan, bersamaan dengan agenda organisasi lainnya, termasuk kongres dalam waktu dekat sebagai bagian dari proses regenerasi.

”Kami akan terus berkarya dan menegaskan identitas bahwa kami adalah kaum profesional,” katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia awalnya hanya membuka beberapa nominasi utama. Namun banyaknya tokoh dan gerakan inspiratif yang layak diapresiasi membuat sejumlah kategori tambahan diberikan, di antaranya kepada Cahaya Ummat dan Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Hal itu sejalan dengan semangat AJP yang tidak hanya ingin hadir secara seremonial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

”Kami berkarya tidak hanya secara transaksional. Semua rangkaian kegiatan seperti launching buku, rumah singgah, hingga AJP Award diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *