Akibat Efisiensi Anggaran, Pekerjaan Infrastruktur Jalan di Sumenep Terdampak

Berita98 views

KABAR MADURA | Dampak kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat kepada Sumenep salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan di Sumenep gagal dibangun atau diperbaiki, akibat efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Eri Susanto menyampaikan, terdapat sejumlah proyek jalan gagal dilaksanakan.

Pasalnya, beberapa proyek gagal tanda tangan kontrak karena tidak ada anggaran. Padahal, proyek itu sudah selesai dilelang sejak awal tahun dan tinggal tanda tangan kontrak bersama rekanan.

“Akhir tahun 2024 sudah kami persiapkan semuanya, misal tender di Bulan Desember 2024. Lalu awal tahun tinggal tandatangan kontrak tapi gagal karena tidak ada anggaran akibat efisiensi,” katanya, Jumat (27/6/2025).

Baca Juga:  WFH ASN Sumenep, Strategi Bupati Fauzi Tekan Konsumsi BBM dan Emisi

Misal, proyek yang gagal dilaksanakan adalah untuk peningkatan jalan di Bragung-Prakcak dengan total anggaran Rp3,1 miliar.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Ini bahkan sudah ada pemenangnya, karena sudah tender dini pada Desember 2024. Jadi tinggal tanda tangan kontrak, tapi tidak bisa dilanjutkan,” ungkapnya.

Tidak hanya gagal tender, terdapat juga anggaran untuk infrastruktur yang terpangkas. Hal itu tentu berpengaruh terhadap rencana volume panjang jalan untuk dikerjakan. Seperti anggaran penyelenggaraan jalan kabupaten/kota. Awal anggaran Rp145,8 miliar, terpangkas menjadi Rp11,9 miliar.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran di Giligenting

“Jadi yang perlu dipahami, kami bukan tidak maksimal untuk infrastruktur, tapi karena anggaran yang tidak ada san terpangkas karena adanya efisiensi,” pungkasnya. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *