Arah Pembangunan Sumenep Ditumpukan pada Penguatan Pertanian Desa

Pertanian86 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menegaskan arah pembangunan daerah yang bertumpu pada sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi desa. 

Di tengah keterbatasan akses dan ketimpangan infrastruktur wilayah pedesaan, pertanian dipandang bukan sekadar sektor produksi, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menilai bahwa pembangunan desa hanya akan berkelanjutan jika kebijakan infrastruktur diarahkan secara langsung untuk menunjang aktivitas pertanian warga. 

Karena itu, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun anggaran 2026 di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, diposisikan sebagai bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam membuka akses ekonomi desa berbasis pertanian.

Menurut Fauzi, penetapan lokasi TMMD tidak dilakukan secara seremonial, melainkan melalui pemetaan potensi wilayah dan kebutuhan riil masyarakat. Desa Mandala dipilih karena memiliki karakteristik pertanian yang kuat, namun masih menghadapi kendala infrastruktur yang berdampak langsung pada produktivitas dan distribusi hasil panen.

Intervensi pembangunan yang dilakukan melalui TMMD diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut. Perbaikan rumah tidak layak huni, penguatan infrastruktur penahan tanah, serta peningkatan kualitas sarana desa diproyeksikan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung aktivitas pertanian. 

Infrastruktur yang memadai dinilai akan memperpendek rantai distribusi, menekan biaya produksi, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

“Pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian. Ketika akses jalan membaik, irigasi tertata, dan lingkungan aman dari risiko bencana, maka aktivitas pertanian juga akan semakin optimal,” tegas Achmad Fauzi.

Fauzi juga menekankan bahwa sektor pertanian di Rubaru dan wilayah sekitarnya merupakan aset strategis daerah yang harus dijaga dan dikembangkan secara konsisten. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI melalui TMMD dipandang sebagai model sinergi lintas sektoral yang efektif dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran di Giligenting

Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan kapasitas sumber daya manusia desa. Melalui kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah mendorong perubahan pola pikir petani agar lebih mandiri, adaptif, dan mampu mengelola potensi pertanian secara berkelanjutan.

“Kami ingin pembangunan ini berdampak jangka panjang. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun pola pikir dan kemandirian masyarakat, terutama dalam mengelola potensi pertanian,” imbuhnya.

Dengan pendekatan tersebut, TMMD tidak hanya diposisikan sebagai program pembangunan tahunan, melainkan bagian dari kebijakan strategis daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis pertanian, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara desa dan kota di Sumenep. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *