KABAR MADURA | Tahun ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep menerima 143 pengajuan inovasi daerah untuk kemajuan Kabupaten Sumenep.
“Saat ini masih dalam tahap monitoring, akan kami dalami satu persatu bentuk dari inovasi itu,” kata Kepala Brida Sumenep Benny Irawan, Senin (24/2/2025).
Benny menyebutkan, semua pengajuan itu dari organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Sumenep yang lebih maju.
Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait ajuan tersebut. Jika semua memenuhi syarat standarisasi inovasi, maka dipastikan ajuan tersebut akan masuk semua.
Denny berharap, proses identifikasi dan pendalaman inovasi dapat terselesaikan pada 31 Maret 2025, sehingga dapat dikompetisikan pada ajang-ajang inovasi dan dapat meningkat indeks inovasi daerah, termasuk indeks daya saing daerah.
“Pengajuan inovasi harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan Bupati Sumenep. Karena itu, kami minta data dari OPD, BUMD, ASN dan masyarakat untuk menentukan kategori inovasi,” ujarnya.
“Dari 143 inovasi itu, nanti akan diukur dalam indeks inovasi daerah dengan beberapa indikator,” imbuhnya.
Dia menyebut, semua daerah memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan inovasi di masing-masing daerahnya. Dengan demikian, dapat mempercepat akses pembangunan dan mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat.
“Inovasi itu untuk mendorong proses pembangunan daerah demi meningkatkan kualitas dan mempermudah pelayanan publik,” ucapnya.
Kabupaten Sumenep, lanjut Denny, memiliki banyak inovasi, sehingga perlu adanya dorongan aktif semua pihak, khususnya kepala OPD agar inovasi itu benar-benar diterapkan secara berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami harap muncul inovasi dari Kabupaten Sumenep yang bisa berprestasi di tingkat nasional serta menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sumenep,” tuturnya. (imd/din)





