KABAR MADURA | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Madura menyelenggarakan kegiatan penjajakan kerja sama riset multidisiplin yang berlangsung di Ruang Aula Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Madura, para dekan dan wakil dekan, Ketua Program Studi Tadris IPS, Ketua Program Studi Tadris IPA, dosen Tadris IPS, dosen Tadris IPA, dosen Kesehatan Masyarakat, serta dosen Farmasi.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarbidang keilmuan guna menjawab tantangan pengembangan riset yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan penjajakan kerja sama ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengembangan kampus yang religius, kompetitif, dan kolaboratif.
Menurutnya, penguatan riset tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan multidisiplin dan interdisiplin agar mampu menghasilkan kajian yang komprehensif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Rektor juga menekankan pentingnya pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat Madura, khususnya pada bidang sosio-medis. Salah satu potensi yang menjadi perhatian utama adalah pemanfaatan obat herbal Madura yang selama ini berkembang sebagai industri keluarga dan memiliki nilai ekonomi serta budaya yang kuat.
Peneliti Muda dari BRIN ahli Biomedis Dr. Abdul Hadi Furqoni, M.Si. memberi apresiasi kepada Prodi Tadris IPS terkait penelitian sosial kultural agar bisa berkolaborasi melakukan penelitian bertema Sosialmedis.
Sehingga perlu pengembangan potensi tersebut masih memerlukan dukungan riset ilmiah yang terintegrasi, baik dari aspek kesehatan, farmasi, pendidikan, maupun sosial budaya.
Melalui kolaborasi lintas keilmuan, diharapkan lahir penelitian yang tidak hanya berfokus pada pengembangan produk herbal secara medis, tetapi juga mampu mengkaji aspek literasi kesehatan masyarakat, pola pemanfaatan obat tradisional, serta strategi edukasi yang efektif. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu memperkuat validitas ilmiah sekaligus menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Madura.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai langkah awal untuk memperluas jejaring kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam bidang biomedis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian dosen, membuka peluang pendanaan riset yang lebih luas, serta memperkuat pengembangan program studi berbasis riset unggulan.
Penjajakan kerja sama riset multidisiplin ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi riset di lingkungan UIN Madura. Sinergi antarbidang keilmuan diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor kesehatan berbasis potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi, UIN Madura terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan riset yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Kegiatan diakhiri diskusi tema penelitian yang cocok sampai pada kesepakatan tema riset bahkan sampai pendanaan riset kolaborasi kedua belah pihak antara UIN Madura dengan BRIN. (rul/zul)






