KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa proses seleksi sekda Sumenep, atau seleksi terbuka Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, akan digelar secara profesional, objektif, dan bebas dari intervensi kepentingan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul telah dibentuknya tim panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi dan akademisi independen.
Bupati Achmad Fauzi memastikan, komposisi pansel sengaja dirancang untuk menjamin kredibilitas dan integritas proses seleksi pejabat tertinggi ASN di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa seleksi Sekda benar-benar berjalan profesional, transparan, dan berbasis kompetensi. Tidak ada titipan, tidak ada rekayasa nilai. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama,” tegas Achmad Fauzi.
Adapun Tim Pansel Sekda Sumenep terdiri dari kepala BKD Jawa Timur, kepala BPSDM Jawa Timur, juga akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan akademisi Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
Keterlibatan unsur BKD dan BPSDM Jawa Timur dinilai sebagai bentuk penguatan pengawasan dan standarisasi seleksi sesuai regulasi nasional. Sementara kehadiran para akademisi dari kampus ternama di Jawa Timur diharapkan mampu menjamin penilaian yang objektif, ilmiah, dan bebas kepentingan politik.
Bupati Achmad Fauzi menambahkan, Sekda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi daerah, sehingga sosok yang terpilih harus benar-benar memiliki kapasitas manajerial, integritas, serta kemampuan kepemimpinan yang kuat.
“Sekda adalah kunci efektivitas pemerintahan. Karena itu, kami ingin hasil seleksi ini melahirkan figur terbaik yang mampu mengawal kebijakan daerah dan memperkuat kinerja birokrasi,” ujarnya. (ara/waw)





