KABAR MADURA | Ratusan warga dari berbagai kalangan meriahkan Gebyar Senam yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-495 Pamekasan, Minggu (2/10/2025), di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan.
Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menyampaikan, rasa syukur atas antusias masyarakat yang luar biasa. Sebab kegiatan senam massal bukan hanya agenda olahraga, melainkan bentuk rasa syukur dan simbol kebersamaan masyarakat Pamekasan.
“Senam, secara harfiah, adalah gerakan untuk menyehatkan raga. Namun, senam massal ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Senam ini adalah simbol dari gerakan massa yang bersatu, harmonis, dan penuh semangat,” paparnya.
Kiai menegaskan, senam massal memiliki filosofi mendalam tentang persatuan dan sinergi antarwarga. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta bergerak serentak tanpa membedakan latar belakang, jabatan, maupun usia.
“Di sini, kita tidak melihat lagi perbedaan latar belakang, jabatan, atau usia. Semua menyatu dalam irama yang sama, dalam gerakan yang serentak,” ujarnya.
Bupati juga menekankan tiga nilai utama yang terkandung dalam kegiatan Gebyar Senam, yakni memperkuat persatuan dan kesatuan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membangkitkan semangat bersama untuk kemajuan daerah.
“Masyarakat yang sehat adalah modal utama pembangunan. Tidak ada gunanya pembangunan fisik yang megah tanpa masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga harus dimaknai sebagai awal kebangkitan kesadaran untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Makanya dia berharap masyarakat menjadikan Lapangan Nagara Bhakti dan berbagai ruang publik lainnya sebagai tempat yang aktif dan ramah untuk berolahraga.
“Kesehatan raga adalah sumber dari kreativitas. Dengan tubuh yang bugar, pikiran kita menjadi jernih, ide-ide segar bermunculan, dan kita menjadi lebih produktif dalam bekerja dan berkarya,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan gairah masyarakat untuk hidup sehat dan produktif.
“Kami berharap Gebyar Senam ini bukan hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi menjadi titik awal kebangkitan kesadaran kita untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sehari-hari,” pungkasnya. (rul/ong)





