Bupati Sumenep Akui Periode Kedua Bakal Lebih Berat

Pemerintahan48 views

KABAR MADURA | Achmad Fauzi Wongsojudo termasuk calon incumbent yang sukses terpilih kembali menjadi bupati pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2024. Dia terpilih bersama KH. Imam Hasyim sebagai wakil bupati.

Di periode keduanya ini, pria yang karib disapa Cak Fauzi itu menilai pengabdian memimpin Sumenep akan lebih berat daripada periode sebelumnya. Pasalnya, terdapat kebijakan dari pemerintah pusat terkait dengan penggunaan anggaran yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita harus akui bahwa tantangan pembangunan lima tahun mendatang akan lebih sulit dibanding pada periode pertama,” ujar Cak Fauzi, Rabu (12/2/2025).

Baca Juga:  Bupati Sumenep Peringatkan Kades, Dana Desa Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Tantangan yang sudah di depan mata, yakni efisiensi anggaran. Hal itu sudah tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

“Adanya pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD). Efisiensi ini tentu sangat berpengaruh besar terhadap pembangunan di daerah ini,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu.

Namun meskipun demikian, Cak Fauzi menegaskan, semangat dan komitmennya dalam membangun Sumenep tetap sama, yaitu mewujudkan Sumenep yang unggul mandiri dan sejahtera.

“Selama empat tahun terakhir ini, kita telah banyak menorehkan catatan prestasi yang membanggakan. Selama kami memimpin ada 78 penghargaan regional dan nasional yang telah dipersembahkan untuk Sumenep,” sebutnya. 

Baca Juga:  Agus Dwi Saputra Resmi Dilantik Jadi Sekda Sumenep

Selain puluhan penghargaan, Cak Fauzi juga berhasil menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi Sumenep masih 2,16 persen. Kemudian pada 2022 mengalami peningkatan hingga mencapai 5,35 persen. Pada 2023 hingga 2024, hal itu juga terus meningkat.

“Angka kemiskinan juga menurun. Pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep masih di angka 20,51 persen. Namun pada 2024 turun menjadi 17,78 persen,” pungkasnya. (ara/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *