Bupati Sumenep Tutup Tambang hingga Ajak Reboisasi dan Edukasi Masyarakat

Lingkungan, Berita254 views

KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan pentingnya kesadaran dan edukasi lingkungan kepada masyarakat secara luas, sebagai langkah utama menjaga kelestarian alam dan mencegah berbagai dampak negatif, seperti banjir dan kerusakan ekosistem.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Menurut Bupati, perilaku tersebut berdampak langsung pada tersumbatnya saluran air, tercemarnya air serta sungai yang dipenuhi sampah.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang ke selokan menyebabkan saluran air tersumbat, bahkan sungai menjadi penuh dengan sampah,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:  Disdikbud Pamekasan Siapkan Aplikasi Pengawasan Siswa Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Ia menambahkan, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Selain persoalan sampah, Bupati juga menyoroti dampak aktivitas tambang galian C ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan menjadi penyebab banjir serta longsor. Pemerintah Sumenep, kata dia, telah mengambil langkah tegas dengan menutup sejumlah tambang ilegal yang tidak memiliki izin dan melanggar aturan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Beberapa tambang galian C ilegal sudah ada yang ditutup. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga lingkungan dan menegakkan aturan,” tegasnya.

Baca Juga:  RSUDMA Sumenep Perkuat Validasi Data untuk Tingkatkan Keselamatan Pasien

Sebagai upaya pemulihan lingkungan, Pemkab Sumenep mengajak kepada semua pihak untuk melakukan reboisasi di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menanam pohon sebagai langkah menjaga keseimbangan alam dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Reboisasi sudah dilakukan dengan penanaman pohon, kami juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan tanam pohon. Namun, ini juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan,” papar Bupati.

Pemkab Sumenep berharap melalui edukasi berkelanjutan, penegakan hukum, serta program reboisasi, kualitas lingkungan hidup dapat terus terjaga demi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *