KABAR MADURA | Pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatutan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke-78, Bupati Sumenep H Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan orasi tentang pers. Kegiatan resepsi HPN dan HUT PWI digelar oleh PWI Sumenep di UNIBA Madura, Jumat (9/2/2024).
Dalam orasinya, bangak hal yang disampaikan Fauzi di depan sejumlah awak media, baik berupa harapan, peran penting media, posisi pers, serta nilai-nilai pers hingga pada person jurnalis.
Tidak bisa dipungkiri, kata Bupati Fauzi, bahwa peran media sangat penting di segala aspek. Dalam pandangan politisi PDI Perjuangan itu, peran media sudah meletakkan kepada pondasi dasarnya.
Di Sumenep sendiri, menurutnya, terjadi pergeseran. Sebab, berdasar pengalaman pribadinya selama memimpin Sumenep, baik saat menjadi wakil bupati hingga sekarang menjadi bupati, terlihat agak berbeda tahun 2019 dibanding sekarang.
Pergeseran yang dimaksud, dalam artian, peran media saat ini terjadi perkembangan pesat peran media di Sumenep. Kendati demikian, pers masih duduk pada tempatnya. Ia melihat independensi pers masih bagus. Itu dilihat dari berita-berita yang ada. Kendati ia juga menilai, masih ada yang melenceng.
Sejauh ini, kata Fauzi, sejauh ini insan pers menulis berdasarkan fakta. Namun ada yang hanya berdasar cerita. Ia pun berharap, supaya jurnalis menulis berdasarkan fakta, bukan berdasarkan cerita-cerita yang dipertanyakan kebenarannya.
“Sebab kalau hanya berdasar cerita, menurut kami bukan fakta. Tetapi fakta, terkadang kalah sama cerita karena lebih menarik. Maka di sinilah tugas kuli tinta untuk lebih hati-hati dan perlu diperhatikan, apakah itu fakta atau hanya cerita,” tuturnya.
Independensi merupakan kekuatan, bahwa pers benar-benar berdiri tegak lurus atau tidak ke kanan atau ke kiri, atau menulis sesuai dengan fakta. Karena ketika sudah menulis sesuai fakta, maka media telah menghadirkan berita yang independen.
“Lebih-lebih dalam situasi politik seperti saat ini, independensi sangat penting,” katanya.
Lalu, peran media dalam mengawal transisi kepemimpinan seperti pemilu saat ini, terkadang memilih untuk menggiring opini ketimbang menghadirkan fakta-fakta, ini yang menurutnya cukup berbahaya. Karena media mampu melakukan perunahan dengan tulisan-tulisannya untuk mendorong dalam hal yang negatif. Peran opini yang positif, ini perlu dibangun agar benar-benar tetap menjaga perstaun dan kesatuan bangsa.
Ia mencontohkan, di tahun 1998, walau media tidak sebesar sekarang, namun kekuatan media luar biasa. Itu bisa dilihat, bahwa peran pers menunjukkan tren yang sangat positif; mampu membawa pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih baik dengan tulisan-tulisan yang luar biasa, dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan, keutuhan bangsa dan negara.
“Tentu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers, lebih-lebih di HPN 2024 dan di ulang tahun PWI yang ke-78. Kami titipkan kondusivitas kepada insan pers dalam rangka mengawal kepemimpinan di Indonesia saat ini. Pers harus menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas itu,” harapnya.
Bupati menilai, pers memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai sosial. Misal, orang yang tidak tahu akan menjadi tahu melalui pers, orang yang tahu akan lebih paham juga melalui tulisa-tulisan kaum jurnalis.
Diharapkan, insan pers terus konsisten mengawal pembangunan dengan menghadirkan tulisan berdasar fakta. Di mana yang benar dihadirkan kebenarannya, dan yang salah diungkap sesuai fakta.
“Jangan yang salah dihadirkan seolah-olah benar, dan yang benar dipublis dengan kesan yang salah. Jika itu terjadi, maka aspek sosial sudah hilang, dan itu otomatis indepensi juga lenyap,” tandasnya.
Masyarakat akan buta informasi jika pers tidak memberikan informasi melalui berita-berita yang ada.
Pada saat pers membawa semangat mencerdasarkan kehidupan berbangsa dan bernegara, di situlah pers yang diharapkan bersama. Selama ini, itu sudah berjalan dengan baik sehingga perlu dijaga bersama-sama.
“Insan pers menurut saya adalah jihad. Jihad dalam menghadirkan informasi, dan jihad demi mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Fauzi
Ditambahkan Fauzi, menjadi insan pers harus bangga. Sebab insan pers merupakan SDM yang bersama-sama memiliki niat untuk mencerdaskan dalam berbangsa dan bernegara, dan niat untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Menghadapi pemilu seperti saat ini, metralitas harus menjadi kekuatan dan terus dipegang oleh insan pers,” katanya.
Bupati juga menilai, pers juga memiliki peran edukasi. Hal itu adalah salah satu peran yang sangat penting dalam menghadapi globalisasi yang terus terjadi, sehingga pers harus menjadi cakrawala informasi kepada semua lapisan masyarakat.
Pewarta: Fathor Rahman
Redaktur: Hairul Anam





