Cerita Azif Jadi Relawan Bencana di Sumatera, Buktikan Sendiri Video Kayu Gelondongan di Medsos Benar Adanya

Harmoni87 views

KABAR MADURA | Kerusakan infrastruktur dan kerugian materil warga menjadi dampak paling nyata dari bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Kondisi itu disaksikan langsung oleh Azif Mawardi Zein, relawan asal Pamekasan, saat mengawal distribusi bantuan ke daerah terdampak pada pertengahan Desember lalu.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Azif menjadi bagian dari tim relawan yang mengawal langsung penyaluran bantuan agar benar-benar sampai ke tangan para korban. Bersama tim relawan lain, pria kelahiran 1986 itu menyusuri sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Utara. Menurut Azif, beberapa kampung bahkan tidak bisa diakses karena infrastruktur lumpuh total. 

“Kami tidak membayangkan kerusakannya separah itu. Banyak warga terpaksa tinggal di posko pengungsian. Kayu gelondongan seperti di medsos benar-benar ada,” terang Azif, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:  Majelis Sholawat Tangga Seribu Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga

Selama empat hari berada di lokasi bencana, Azif dan teman sejawatnya tidak hanya fokus pada distribusi logistik, mereka juga berkoordinasi dengan relawan lokal untuk membahas tentang rencana pemulihan atau recovery warga terdampak.

“Ketersediaan air bersih relatif aman, namun kebutuhan air minum masih menjadi persoalan utama bagi para pengungsi,” tambahnya kepada Kabar Madura. 

Di balik duka yang ia lihat waktu itu, satu hal yang paling membekas di hati Azif, yakni ketangguhan dan kesabaran para korban. Meski kehilangan harta benda dan harus hidup dalam keterbatasan, warga setempat justru tetap menunjukkan ketegaran dalam menghadapi musibah itu.

Baca Juga:  Disdikbud Pamekasan Siapkan Aplikasi Pengawasan Siswa Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Baginya, menjadi relawan bukan hal baru. Sebelumnya, ia pernah terjun langsung dalam misi kemanusiaan di erupsi Merapi, bencana alam di Riau, hingga gempa Palu. Menurut Azif, menjadi relawan tidak sekadar soal hadir di lokasi bencana, melainkan tentang empati, ketulusan, dan keikhlasan.

“Menjadi relawan harus memiliki rasa empati, ketulusan, dan keikhlasan. Jadi meskipun ada tantangan, relawan tetap berangkat,” tutup pria yang beralamat di Jln. Sersan Mesrul tersebut.  

Azif berharap, kehadiran para relawan tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat semata. Ia mendorong adanya proyeksi pembangunan jangka panjang atau proyek mercusuar yang bisa membantu pemulihan dan ketahanan warga di wilayah rawan bencana. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *