KABAR MADURA | Tahun 2025, dana alokasi khusus (DAK) untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep terkena imbas dari efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Sehingga kemungkinan besar tahun ini tidak akan ada pekerjaan fisik untuk peningkatan kapasitas sarana prasarana sekolah.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, pihaknya sudah mengajukan program tahunan tersebut. Akan tetapi untuk tahun ini, pihaknya belum bisa memastikan bahwa program itu akan ada lagi.
“Yang pasti untuk fisik tahun ini hanya untuk pengadaan alat peraga untuk PAUD, selebihnya tidak ada,” ujar Agus kepada Kabar Madura, Kamis (13/2/2025).
Pada 2024 lalu, Disdik Sumenep mendapatkan alokasi anggaran Rp64 miliar untuk perbaikan infrastruktur pendidikan yang dilakukan di sejumlah titik. Dana puluhan miliar itu rutin disediakan setiap tahun yang bertujuan untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai.
“Kecuali tahun ini tidak ada. Tapi itu lebih baik bagi kami, jika semua dikaver oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.
Melalui DAK, tahun lalu Disdik Sumenep merehabilitasi dan membangun 47 sekolah dasar (SD), 15 sekolah menengah pertama (SMP), dan 7 taman kanak-kanak (TK).
“Tahun ini, sementara informasi akan ditarik pemerintah pusat, yang digunakan untuk program makan bergizi, sehingga untuk fisik tidak ada,” pungkasnya. (ara/zul)





