KABAR MADURA | Dana pilkada 40 persen mulai direalisasikan, sisanya sebanyak 60 persen saat ini mulai tahap pencairan dana, namu masih menunggu beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep Achmad Zulkarnain mengatakan, dana 60 persen sudah turun, terdapat beberapa persyaratan yang dipenuhi, termasuk disposisi bupati Sumenep.
“Pencairannya, secepatnya, dalam bulan ini sudah dapat dicairkan,” katanya, Minggu (14/7/2024).
Anggaran itu senilai Rp94 miliar, ditambah dana pengamanan senilai Rp10 miliar menjadi Rp104 miliar.
Pembagiannya, Rp70 miliar untuk KPU dan Rp24 miliar untuk Bawaslu Sumenep. Dana tersebut bersumber dari cadangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep dalam lima tahun terakhir.
Sedangkan yang sudah dicairkan dari kas daerah senilai Rp37,6 miliar. Dari nominal itu, senilai Rp28 miliar dicairkan untuk KPU Sumenep dan Rp9,6 miliar untuk Bawaslu Sumenep. Sisa dana Rp60 persen itu.
“Ini memang segera dicairkan, karena memang sudah hampir pemungutan suara,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris KPU Sumenep Dewiyani mengatakan, 60 persen dana pilkada saat ini belum dicairkan, harapannya dana itu segera cair, karena kebutuhannya akan lebih banyak lagi.
Saat ini, tahapan pilkada masih pemutakhiran data, salah satunya pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pilkada. Selanjutnya, sekitar Agustus sudah akan dimulai pendaftaran para calon bupati dan wakil bupati Sumenep.
“Kami saat ini masih sibuk, menghitung keberadaan uang dana pilkada,” papar Dewiyani.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





