KABAR MADURA | Pengerjaan irigasi di Pamekasan berpotensi absen di tahun 2025. Pasalnya, anggaran yang melekat di Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan, selaku instansi pelaksana, cukup minim. Bahkan, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PUPR Pamekasan Amin Jabir mengatakan, alokasi sementara anggaran di tahun 2025, pihaknya hanya kecipratan Rp12,3 miliar. Sehingga, pengerjaan irigasi berpotensi tidak bisa direalisasikan.
Sementara, di tahun ini, ada lima pengerjaan irigasi yang telah digarap instanisnya. Irigasi itu tersebar di Desa Kaduara Barat Kecamatan Larangan, Desa Sentol Kecamatan Pademawu, Desa Bulangan Timur Kecamatan Pegantenan, Desa Seddur Kecamatan Pakong, dan Desa Bulay Kecamatan Galis.
“Berdasar PPAS (prioritas dan plafon anggaran sementara) yang kami terima, anggaran 2025 untuk PUPR Rp12,3 miliar. Itu termasuk belanja pegawai dan rutin,” terangnya, Rabu (4/12/2024).
Bahkan, tambah Jabir, akibat minimnya anggaran tersebut, tidak hanya berdampak pada kegiatan pembangunan irigasi saja, namun berdampak pada pekerjaan fisik lainnya seperti pengerjaan jalan di bidang bina marga yang juga berpotensi tidak bisa terealisasi.
“Bina marga tidak ada kegiatan. Tata ruang ada dua kegiatan, tapi itu hanya cukup untuk belanja operasional,” tambah mantan Kepala BPBD Pamekasan itu.
Penyusutan anggaran di Dinas PUPR Pamekasan tersebut terjadi setiap tahunnya. Seperti di tahun 2023, alokasinya Rp30 miliar. Sementara di tahun 2024 hanya Rp24,9 miliar.
Menurut Jabir, sistem penganggaran di daerah harus dirasionalisasikan dengan kebutuhan yang ada. Sehingga, penguatan infrastruktur daerah bisa lebih maksimal.
“Kami mengusulkan untuk ada penambahan, jika memungkinkan,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





